Barakallah Fii Umrik..

 

Selamat ulang tahun. Maaf, aku sedikit terlambat mengucapkannya.

Ulang tahun merupakan salah satu momentum peringatan diri, peringatan bahwa tahun ini harus lebih baik lagi dari tahun-tahun kemarin. Peringatan bahwa kita harus bergerak ke arah yang lebih baik. Peringatan bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah untukmu dan untuk ibumu. Hari ketika seorang ibu mempertaruhkan nyawanya untuk sang bayi.

Selain sebagai rasa syukur kita kepada nikmat yang telah diberikan, hari ulang tahun juga sebagai alarm kita. Bahwa umur kita di dunia telah berkurang 1 tahun, dan semakin dekat  menuju jalan kematian. Untuk itu, di hari ulang tahun, banyak orang mendoakan. Diantara doa tersebut ialah agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan terus mengintropeksi diri.

Bacaan Lainnya

Hari ulang tahun juga merupakan hari ketika seseorang membangun harapan baru, memperbaiki visi ke depan tentu dengan doa dan ikhtiar. Mengevaluasi pengalaman yang telah terjadi dimasa lampau agar tidak terulang lagi. Semua orang pasti memiliki harapan, setiap harapan belum tentu bisa tergapai dengan sekali loncatan. Ada yang terjatuh dan ada pula yang hanya sekali loncatan saja.

Untuk itu, beberapa harapan yang kita harapkan ada yang berdasarkan keinginan yang belum tersampaikan ada pula mimpi yang belum terwujud. Sehingga, keinginan dan mimpi itulah yang menjadi sebuah motivasi dan target yang menantang untuk dilakukan. Namun di balik itu semua, kita juga harus memperhatikan langkah-langkah yang harus kita ambil.

Banyak alasan yang digunakan sebagai bentuk awal kita dalam membangun harapan atau impian. Harapan di bangun semata-mata untuk mencapai sebuah cita- cita. Namun, yang menjadi pertanyaannya apakah langkah yang diambil sudah tepat? Jangan sampai langkah yang kita ambil salah sehingga harapan yang diharapkan hanyalah menjadi sebuah harapan semu.

Harapan semu adalah harapan yang terbangun oleh omongan-omongan orang lain terhadap diri kita. Sehingga apa yang kita lakukan hanya akan menghabiskan energi dan waktu yang berharga. Karena yang akan kita lakukan meraih mimpi kita bukan mimpi orang lain. So, jangan dengarkan perkataan orang dengarkan apa kata hatimu.

Kita sering merayakan hari ulang tahun dengan berpesta, membuat acara meriah ataupun sederhana. Karena yang ada dipikiran kita bahwa  dengan bertambahnya umur, maka bertambah pula kedewasaan kita, maka harus dirayakan. Padahal yang sebenarnya, cara merayakan hari ulang tahun ialah dengan melihat berapa besar kita berguna bagi masyarakat.

Atau yang lebih penting lagi, yang harus dilakukan dihari ulang tahun yaitu bersedekah, perbanyak dzikir, memohon ampun, melakukan hal-hal yang bermanfaat, meningkatkan ibadah kita kepada Allah.  Tentu dengan lebih semangat lagi sebab dikerjakan dihari ulang tahun.

Sebagian orang ada yang menyukai tanggal ulang tahunnya ada juga yang tidak menyukainya tentu dengan alasan yang berbeda-beda.

Bukan tentang panjangnya umur, tapi tentang kebermanfaatan kita di masyarakat atau negara. Bukan tentang apa yang telah diberi, tapi apa yang telah kita beri kepada mereka. Karena kebanyakan kita selalu bertanya “apa yang telah mereka berikan”padahal kita tidak sadar, bahwa kita telah mempergunakan barang-barang milik negara, sesuatu yang telah tuhan berkan kepada kita, seperti  umur, nafas dll. Begitupun alam, dia telah memberikan keindahannya agar dapat kita nikmati.

Terkadang, kita sombong dengan pencapaian-pencapain yang telah kita raih. Tanpa mau bersyukur, tanpa mau meneliti dari mana asalnya pencapaian-pencapaian yang telah kita dapatkan. Jadi, pencapaian-pencapaian itu ada campur tangannya dengan sang pencipta, sang pemberi rezeki.

Untuk itu di hari ulang tahun ini, semoga apa yang menjadi harapan kita semua dapat terwujud, terutama harapan orang tua kita. Jangan dengarkan harapan orang lain karena itu hanya akan menjadi beban sendiri. Teruslah menjadi diri sendiri,  jangan mau dipengaruhi orang lain. Kita adalah orang merdeka, kita bebas memilih harapan mana yang harus kita pilih dan kita gapai.

Barakallah Fii Umrik, untukmu untukku dan untuk kita semua. Ingatlah bukan karena bertambahnya usia kita bangga, tapi banggalah dengan pencapaian-pencapain yang telah kita gapai.

Doa untukmu.

اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah badan kami, terangilah hati kami, kuatkanlah hati kami, baikkanlah amal kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami dengan kebaikan dan jauhkanlah kami dengan kejahatan. Kabulkanlah semua kebutuhan kami dalam agama di dunia ataupun di akhirat. Sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya

Semarang, 13 Mei 2020

 

Oleh: Alvin Tari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *