Jambu, Semarang – 9 Agustus 2025. Suasana siang di aula SMPN 2 Jambu tampak berbeda dari biasanya.
Ratusan siswa berkumpul dengan antusias, bukan untuk mengikuti pelajaran rutin, melainkan menyimak pemaparan inspiratif dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang, tepatnya dari MIT 20 Posko 35.
Tema yang mereka angkat pun sangat relevan dengan dunia remaja hari ini: “Pembentukan Karakter Siswa Anti Kriminal (Anti Tawuran)”.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap fenomena tawuran pelajar yang kerap mencuat di berbagai daerah.
Mahasiswa KKN menyadari bahwa masa remaja adalah fase pencarian jati diri, di mana godaan untuk melakukan hal-hal negatif sering muncul.
Melalui kegiatan ini, mereka mengajak siswa SMPN 2 Jambu untuk memahami dampak buruk tawuran, serta bagaimana membangun karakter yang lebih positif.
Kegiatan ini digagas langsung oleh mahasiswa KKN MIT 20 Posko 35 UIN Walisongo Semarang dengan dukungan pihak sekolah, guru, serta perwakilan perangkat desa.
Para siswa kelas VII hingga IX menjadi peserta utama. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya edukasi semacam ini untuk generasi muda.
Aula SMPN 2 Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan. Ruang ini dipenuhi semangat muda yang ingin berubah ke arah lebih baik.
Poster edukasi, tayangan video motivasi, hingga diskusi interaktif menjadi penguat suasana agar pesan yang dibawa lebih mudah dipahami.
Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB hingga menjelang siang. Waktu ini dipilih agar tidak mengganggu jadwal belajar utama, sekaligus menjadi momen refleksi di akhir pekan bagi para siswa.
Fenomena tawuran antar pelajar masih menjadi masalah sosial yang mengkhawatirkan. Tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga merusak masa depan remaja yang terlibat.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN ingin hadir sebagai agen perubahan dengan menanamkan nilai anti kekerasan, disiplin, dan solidaritas positif.
Harapannya, siswa SMPN 2 Jambu tidak hanya paham bahaya kriminalitas, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi teman sebayanya.
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan edukatif-interaktif. Mahasiswa KKN memadukan ceramah ringan, diskusi kelompok, hingga simulasi kasus.
Misalnya, siswa diminta untuk memerankan skenario kecil tentang bagaimana menghadapi ajakan teman untuk tawuran, lalu diajak mencari solusi bersama.
Selain itu, ada pula sesi motivasi yang menekankan pentingnya cita-cita, prestasi, dan menjaga nama baik sekolah.
Di akhir acara, mahasiswa KKN mengajak siswa membuat komitmen bersama: “Kami generasi SMPN 2
Jambu, siap menjadi pelajar berkarakter positif, anti tawuran, dan anti kriminal.” Komitmen itu disambut tepuk tangan meriah, menandai lahirnya kesadaran baru di kalangan siswa.







