Kunjungan dan Observasi UMKM Emping di Desa Pamriyan oleh Kelompok KKN UIN Walisongo 2025

UMKM emping Desa Pamriyan

Pada 12 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo 2025 Posko 5 melaksanakan kegiatan kunjungan, observasi, dan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN UIN Walisongo yang bertujuan untuk berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat serta mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di wilayah pedesaan.

UMKM yang dikunjungi adalah sebuah usaha famili yang telah berjalan cukup lama dan memasuki generasi pertama, dikelola oleh pasangan suami istri yang sudah lanjut usia (kakek dan nenek), serta dibantu oleh beberapa tenaga kerja yang berasal dari warga sekitar desa.

UMKM ini bergerak di bidang produksi emping, sebuah makanan ringan yang berbahan dasar melinjo dan kerap dijadikan camilan keluarga masyarakat lokal.

Produk emping yang dihasilkan oleh UMKM ini terdiri dari dua jenis, yaitu emping pipih dan emping bulat.

Kedua jenis emping ini memiliki cita rasa yang khas dan telah mendapatkan penerimaan yang cukup baik dari konsumen setempat.

Produk ini dipasarkan dengan sistem pesanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar desa maupun wilayah yang lebih luas melalui jaringan distribusi yang sudah cukup tertata.

Hal ini menandakan bahwa UMKM tersebut telah mampu menjalankan usaha dengan model pemasaran yang adaptif dan responsif terhadap permintaan pasar.

Selama kegiatan kunjungan, mahasiswa KKN mengobservasi langsung terhadap proses produksi emping yang berjalan dengan tertib, efisien, dan tetap memperhatikan aspek kebersihan serta higienitas produk.

Diketahui bahwa pengelola UMKM ini sudah menerapkan prosedur standar dalam pengolahan bahan baku, pengeringan, hingga pengemasan sehingga produk yang dihasilkan dapat terjaga kualitas dan mutu serta layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiwa juga berdiskusi secara mendalam dengan pengelola UMKM mengenai tantangan yang dihadapi selama proses produksi dan pemasaran.

Beberapa hambatan yang muncul antara lain terbatasnya modal kerja, keterbatasan alat produksi yang masih tradisional, dan kebutuhan untuk pengembangan kemasan agar lebih menarik dan tahan lama.

Mahasiswa KKN memberikan beberapa rekomendasi serta masukan untuk pengembangan usaha, termasuk kemungkinan pemanfaatan teknologi sederhana dan pemetaan pasar yang lebih luas.

Selain itu, turut serta memfasilitasi diskusi tentang strategi pemasaran digital, seperti penggunaan media sosial dan platform online sebagai sarana promosi produk UMKM.

Hal ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan penjualan emping, khususnya bagi generasi muda pengelola UMKM yang mulai familiar dengan teknologi informasi.

Mahasiswa juga mengidentifikasi potensi kerja sama dengan lembaga pemerintah desa dan dinas terkait untuk mendapatkan pelatihan dan bantuan modal usaha. Mereka sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi kakek dan nenek beserta pekerja dalam mempertahankan usaha UMKM ini, sekaligus menjaga kelestarian produk budaya pangan tradisional.

Dukungan keberlanjutan usaha UMKM ini menjadi salah satu fokus kelompok dalam program KKN agar dampak yang diberikan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Pamriyan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *