Profil Alwi Husein Al Habib, Calon Ketum Badko HMI jateng DIY Berlatar Belakang Pendidik

Bernama lengkap Alwi Husein Al-Habib. Pria kelahiran Garut 15 Mei 2000 itu mengawali studinya di SDN Lenteng Agung 12 Petang, Jakarta Selatan. Karena tuntutan pekerjaan, pada saat kelas 4 SD, orang tua Alwi membawanya pindah kembali ke kampung halaman. Ia melanjutkan Sekolah Dasar di SDN Awassagara 2 hingga lulus tahun 2012.

Alwi melanjutkan studinya ke SMPN 1 Pameungpeuk, SMP berstandar nasional yang menjadi SMP terbaik se Kec. Pameungpeuk. Karena nilai akademik yang baik, ia masuk ke kelas favorit beserta 26 siswa pilihan lainnya. Di SMP inilah Alwi mulai belajar berorganisasi. Ia terpilih menjadi ketua Osis SMPN 1 Pameungpeuk periode 2013/2014. Setelah tidak menjabat sebagai ketua Osis, ia kemudian mengumpulkan 6 orang temannya untuk membentuk organisasi islam tingkat SMP yang dinamakan dengan Rohis atau Rohani Islam. Melihat semangat yang luar biasa dari Alwi dan kawan-kawan, guru agama SMPN 1 Pameungpek Rizal Riszaman bersedia dengan senang hati menjadi pembina Rohis. Meskipun sebagai penggagas sekaligus pendiri Rohis al-Rasyid, Alwi menyerahkan jabatan ketua pada temannya yang bernama Ahmad. Kini Rohis al-Rasyid menjadi organisasi ekstra dengan peminat terbanyak di SMPN 1 Pameungpeuk.

Setelah lulus SMP, Alwi melanjutkan belajar di SMK Ashiddiqiyyah, Garut. Ia mengambil jurusan TKJ (Tekhnik Komputer dan Jaringan). Kegemaran pada multimedia membuatnya menjadi pribadi yang lebih ekspresif. Ia menggeluti dunia teater. Sehingga ia mampu memadukan antara seni drama dengan audio visual. Namun karena beberapa kendala dan pilihan, pada tahun ke dua Alwi pindah dari SMK ke SMA Asshiddiqiyah.

Pada tahun 2017 ia beserta teman-temannya mengikuti lomba drama musikal se-Kabupaten Garut dan mendapatkan juara 1. Tidak hanya drama musikal atau kabaret, Alwi juga membentuk tim Nasyid yang beranggotakan 4 orang yang dinamakan dengan Al-Rijal. Nama grup tersebut adalah singkatan dari Alwi Riyad Irsan Jamal yang merupakan personil al-Rijal. Ia dan tim pernah mendapat juara 3 lomba Nasyid pada acara pentas PAI se Kabupaten Garut. Sejak SMA, Alwi sering di undang mengajar teater ataupun manggung bersama al-Rijal di event-event keislaman.

Pada tahun 2017, ia terpilih sebagai ketua Umum Rohis SMA Ashiddiqiyyah. Pria berbadan bongsor itu juga aktif di organisasi tingkat Kecamatan yakni menjadi Wakil Ketua IPNU Kecamatan Karangpawitan dan tingkat Kabupaten menjadi anggota Forum Rohis Garut (Forisga).

Alwi Lulus SMA tahun 2018 dan tercatat telah mondok di beberapa pondok pesantren diantaranya; Pondok Pesantren Al-Zarnaujiyyah Tasikmalaya, Pondok Pesantren Khoerul Huda Pameungpeuk, dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Garut.

Ia melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi di UIN Walisongo Semarang mengambil jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Ia mendapat beasiswa Monash Institute Semarang dan tinggal di Asrama Monash Institute yang terletak tidak jauh dari Kampus UIN Walisongo Semarang. Kiprahnya di dunia organisasi membuatnya menjadi pribadi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Monash Institute adalah rumah perkaderan yang didirikan oleh Dr. Mohammad nasih, M. Si., cendekiawan muslim yang hafal al-Qur’an dan memiliki kepedulian tinggi terhadap agama, nusa, dan bangsa. Di Monash Institute, mahasiswa tidak hanya sekedar kuliah-pulang kuliah-pulang (kupu-kupu), melainkan disiapkan menjadi pemimpin umat dan bangsa dengan cara belajar secara intensif, berlatih logika, memahami teks, menulis, orasi, dan tentunya berorganisasi.

Di lembaga nirlaba tersebut, ia dipilih secara merit-demokratis sebagai Presiden Monash Institute dengan pengalaman kerja sebagai menteri Sekertaris Negara kabinet Militan dan Menteri Pendidikan kabinet Conary.

Selain kuliah, Alwi juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus. Pengalaman organisasi yang ia geluti antara lain, anggota Koperasi Mahasiswa (Kopma) Walisongo dan mendapatkan penghargaan sebagai anggota terbaik Kopma tahun 2018, Departemen Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Iqbal (2018-2019), kemudian terpilih menjadi Ketua Umum HMI Korkom Walisongo Semarang (2019-2020) di usia yang masih sangat muda yakni semester tiga. Selama menjabat, ia mengadakan Latihan Kader 2 (LK2) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) pertama sepanjang berdirinya HMI Korkom Walisongo Semarang. Ia juga mengadakan LK2 yang terbilang cukup berani karena diadakan saat pandemi covid-19 tentu dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Kiprah Alwi di dunia organisasi terutama HMI terbilang cepat. Alwi Latihan Kader 1 di HMI Komisariat FITK tahun 2018, Latihan Kader 2 di HMI Cabang Semarang tahun 2019, dan Senior Course di HMI Cabang Pekalongan tahun 2019. Kemudian setelah menjadi instruktur selama 6 tahun, Alwi memutuskan menyempurnakan jenjang trainingnya dengan mengikuti Latihan Kader 3 di Badko HMI Jambi 2024 lalu.

Setelah berakhirnya masa jabatan sebagai ketua Umum HMI Korkom Walisongo, Alwi masuk ke dalam struktur kepengurusan BPL HMI Cabang Semarang di Bidang Media dan Komunikasi. Selama berkiprah di BPL, Alwi menjadi inisiator pengadaan LK1 online pertama di HMI Cabang Semarang dan ia menjadi Koordinator MOT nya. Selain beberapa kali menjadi MOT LK1, ia juga sempat menjadi Koordinator MOT LK2 dan ketua panitia Senior Course.

Usai masa jabatan BPL, Alwi kemudian dimasukan ke dalam kepengurusan HMI Cabang Semarang sebagai Ketua HMI Cabang Semarang bidang Pembinaan Anggota (PA). Gagasan yang dibawa Alwi diantaranya HMI back to pesantren, HMI back to masjid, dan Qur’an Training yang sampai saat ini masih digunakan disetiap training di HMI Cabang Semarang. Ia juga menulis sebuah buku berjudul “HMI: Harapan Masyarakat Indonesia” dan launching saat pelantikannya (14/4/22).

Saat ini Alwi melanjutkan studi pascasarjananya di Universitas Semarang. Ia juga mengajar sebagai mentor di Monash Institute Semarang, pengajar di Pondok Pesantren Darul Qalam semarang, dan guru di Sekolah Alam Planet Nufo Rembang milik Dr. Mohammad Nasih. Ia juga mendirikan sebuah komunitas bernama Garut Bangkit Berprestasi yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan agama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *