Orang Mati Dihidupkan Kembali dengan Teknologi dalam Perspektif Al-qur’an

Beberapa negara kini berlomba-lomba membuat teknologi untuk menghidupkan orang yang sudah mati, seperti Australia dan China. Kedua negara ini membuat teknologi sebagai antisipasi datangnya Hari Kiamat.

Dalam pertemuan New York Academy of Science tahun 2013 yang dihadiri beberapa ilmuwan, disebutkan bahwa kunci penyadaran kembali pada orang yang baru saja meninggal dapat dilakukan melalui proses hipotermia. Kemudian pada tahun 2015, sebuah perusahaan teknologi asal Austria, Humai, memperkirakan bahwa kecerdasan buatan mampu membangkitkan orang meninggal dengan cara mengaktifkan kembali ingatan si orang terkait. Hal ini diperkuat dengan teknologi yang ditemukan oleh Robert Chester Wilson Ettinger. Teknologi tersebut bernama Cyronic.

Proses hipotermia dilakukan dengan cara merendam jenazah dalam nitrogen cair, kemudian disimpan dalam kotak baja dengan suhu kurang lebih -200 derajat Celcius. Masyarakat mengaitkan hal ini dengan suatu kepercayaan bahwa Dajjal mampu menghidupkan kembali orang mati, untuk menyesatkan orang-orang Islam.

Hal ini serupa dengan kisah Nabi Ibrahim dalam Q.S al-Baqarah: 260,

Bacaan Lainnya

وَاِذۡ قَالَ اِبۡرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِىۡ كَيۡفَ تُحۡىِ الۡمَوۡتٰى ؕ قَالَ اَوَلَمۡ تُؤۡمِنۡ‌ؕ قَالَ بَلٰى وَلٰـكِنۡ لِّيَطۡمَٮِٕنَّ قَلۡبِىۡ‌ؕ قَالَ فَخُذۡ اَرۡبَعَةً مِّنَ الطَّيۡرِ فَصُرۡهُنَّ اِلَيۡكَ ثُمَّ اجۡعَلۡ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنۡهُنَّ جُزۡءًا ثُمَّ ادۡعُهُنَّ يَاۡتِيۡنَكَ سَعۡيًا وَاعۡلَمۡ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيۡزٌ حَكِيۡم

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (al-Baqarah: 260)

Munculnya teknologi-teknologi canggih kini mulai beredar di kalangan masyarakat, mulai dari mesin biasa hingga luar biasa. Kondisi tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa mesin yang telah mulai menggantikan peran manusia, seperti mesin perawat janin, robot industri, dan lain-lain.

Seiring dengan berkembangnya zaman, inovasi-inovasi dari para ilmuwan tidak dapat dicegah, bahkan terus diperlukan. Akan tetapi, kemampuan manusia terbatas dan tidak akan mampu melebihi kemampuan-Nya. Beberapa ayat dalam al-Qur’an telah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah (Q.S an-Nisa’:28), dan akal yang dimiliki manusia sangat terbatas (Q.S Yunus: 35).

Isu-isu yang beredar kini menjadi kabar yang cukup mengejutkan bagi manusia, sehingga beberapa orang sudah mendaftar untuk dihidupkan kembali ketika mereka sudah mati. Namun, al-Qur’an pada Q.S al-Ankabut: 57 telah menjelaskan bahwa semua manusia akan mati,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (al-Ankabut: 57)

Jika orang yang sudah mati kemudian bisa hidup kembali, maka kemungkinan akan mengalami kondisi seperti orang mati suri. Dalam medis, mati suri disebut dengan Near Death Experience (NDE). Mati suri merupakan suatu kondisi manusia yang dikira sudah mati, tetapi sebenarnya belum. Mati suri terjadi karena alat-alat vital pada manusia turun pada tingkat paling rendah, bukan berhenti secara permanen.

Mati suri merupakan suatu kondisi manifestasi keadaan di otak yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Pada dekade belakangan ini, istilah mati suri makin merajalela akibat dari canggihnya teknologi. Kemajuan teknologi dalam bidang medis telah melahirkan kontroversi untuk menentukan kematian seseorang, karena penentuan kematian dalam dunia kedokteran ditentukan dengan matinya batang otak.

Berdasarkan beberapa ayat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa semua manusia pasti akan mati dan tidak akan bisa menghindari terjadinya Hari Kiamat, sebagaimana ditegaskan dalam Q.S asy-Syura:47,

اِسۡتَجِيۡبُوۡا لِرَبِّكُمۡ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِىَ يَوۡمٌ لَّا مَرَدَّ لَهٗ مِنَ اللّٰهِؕ مَا لَكُمۡ مِّنۡ مَّلۡجَاٍ يَّوۡمَٮِٕذٍ وَّمَا لَكُمۡ مِّنۡ نَّكِيۡرٍ

Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). (asy-Syura: 47).

 

Wallahu A’lam bi al-Shawaab.

Oleh: Erina Febri, Mahasiswa Prodi Bisnis Digital, Universitas Insan Cita Indonesia

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *