Budidaya Maggot; Mudah dan Bernilai Ekonomis

Jika mendengar kata ulat atau belatung banyak yang akan merasa jijik. Pasalnya binatang ini dianggap sebagai hama serta membawa penyakit. Tetapi, ulat yang satu ini, ternyata ulat yang unik, berbeda dengan ulat atau belatung umumnya. Belatung ini bukanlah belatung biasa, melainkan larva dari Black Soldier Fly (BSF). Dalam tubuh BSF mengandung zat antibiotik alami sehingga tidak membawa agen penyakit.

Meski dikelompokkan sebagai lalat, BSF tidak hinggap di sampah dan tidak membawa penyakit. Larva BSF yang disebut maggot juga berbeda dengan belatung lalat hijau dan lalat hitam yang menyebarkan penyakit.

Maggot tidak menimbulkan bau busuk dan bukan pembawa sumber penyakit. Karena sangat aman, anak kecil pun berani bermain-main dengan cara memegangnya.

Maggot BSF merupakan inovasi yang menggembirakan dan menguntungkan bagi para peternak, petani, dan masyarakat secara luas. Maggot BSF bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak unggas. Penggunaan maggot sebagai pakan ikan bisa semakin menggairahkan budidaya ikan konsumsi karena harganya yang relatif murah. Untuk pakan ternak, maggot bisa mempercepat kenaikan bobot ternak.

Maggot BSF ini juga bisa membantu permasalahan sampah organik yang menggunung. Sekitar 750 kg maggot BSF mampu mengurai sekitar 2 ton sampah organik hanya dalam kurun waktu 2-3 minggu.

Ini menjadikan usaha budidaya maggot sebagai alternatif usaha yang menjanjikan. Apalagi masa panennya relatif cepat, sekitar 15 hari. Jadi budidaya maggot BSF perlu dicoba oleh siapa saja, terutama para petani dan peternak.

Peluang ini yang juga dilirik oleh Alwi Husein Al Habib, mantan Ketua Umum HMI Korkom Walisongo Semarang dan Presiden Monash Institute bersama dua temannya yakni Mahfudh Amrullah dan Singgih Pratama. Mereka mengembangkan usaha maggot di Planet Nufo, Rembang, Jawa Tengah. Alwi menekuni budidaya maggot karena mudah cara membudidayakannya, tidak butuh lahan yang luas dan hasil keuntungan yang besar.

“Budidaya maggot cukup mudah dan murah karena tidak memerlukan teknologi yang canggih dan tidak memakan banyak biaya. Selain itu, Maggot memiliki manfaat sebagai pakan ikan karena memiliki banyak protein,” ujarnya ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Membudidayakan maggot BSF cukup mudah dikerjakan. Tidak memerlukan teknik khusus, jadi siapa saja bisa melakukan. Budidaya maggot BSF juga tidak menyita waktu karena tidak perlu sering dikontrol.

Untuk bahan ternak yaitu sampah organik bisa diambil dari sampah rumah tangga, seperti sampah sayuran dan sisa-sisa makanan. Lahannya juga tidak harus luas, bisa menyesuaikan. Tidak ada syarat minimal area lahan yang dibutuhkan budidaya maggot. Ruang terbatas pun bisa menghasilkan ternak maggot yang menguntungkan secara finansial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *