Alkisah pada tahun 2021, ada sebuah grup lawak bernama Komisi Pencari Muka (KPM). Ia datang dengan membawa segala perubahan besar yang terjadi pada Kampungs Hijau. Diantaranya perubahan iklim emosi warga disana.
Bulan Januari digadang gadang menjadi bulan kemunculan KPM dipermukaan kampungs Hijau. Seperti jalangkung, mereka datang tidak diundang pergi tak tahu diri.
Bagaimana tidak, sedikit sekali pemuda kampungs hijau yang mengetahui tentang adanya rekrutmen anggota Komisi Pencari Muka (KPM). Bahkan anda yang membaca ini saja belum tentu tahu ya kan!
Jelas jelas ini semakin membingungkan ketika tiba tiba time line sudah disebar, tapi karena kelalaian mereka sendiri, time line jadi berubah. Bukan masalah berubahnya, tapi masalah tidak ada kejelasan dari mereka tentang time line yang telah ditentukan. Udah ditegur, cuma minta maaf. Gak diubah. Pakai surat kek. Pakai informasi yang baku kek. Bukan hanya japri terus bilang, “pendaftaran sampai jam 16 ya,”. Kayak lagi komunikasi ke anak autis. Mungkin mereka yang autis.
Yang paling menyebalkan adalah ketika partai belum tau mana yang lolos dan enggak, si nganu malah membuka pendaftaran Semak, Demak, dan HaEmJeAYe. Ini KPM atau bisnis MLM si? Belum tau masuk perusahaan, udah keluar uang banyak. Gmna kalau pas keluar uang banyak, eh gak keterima di perusahaan? The real Komisi Penjahat Mahasiswa kan jadinya.
Lagian setiap kebijakan gak pernah ada yang didiskusikan dengan senior, junior, lawan maupun kawan. Soalnya bro, pernah sekali Pak Dek Indro tanya tentang Semak, katanya harus pake surat dari WD3. Padahal di UU gak ada. Di IG juga gak dicantumkan tuh. Eh ternyata bener, si doi ngomong gitu pas lagi mabuk. Karena kata temen satunya, gak ada tuh kebijakan itu. Hadeuuuh. Jadi kalian selama rapat tuh ngapain? Mabar nih pasti.
Coba yang terhormat Demak dan Semak, bikin kegiatan cara berkomunikasi dengan baik dan benar dulu deh sebelum membentuk Komisi Penyalahgunaan Muka (KPM). Malu Maluin tahu. Mereka kalau japri kayak gak ada beban. Tanpa perkenalan tanpa apa, langsung nanya, “Mas siap?”. Apanya!!!!
Kayak gak diajarin Toto kromo sama Kyai Rektor. Kalau ketemu orang baru, salam dulu terus perkenalkan nama. Kemudian baru maksud dan tujuan. Ini chat kayak maling aja main nyelonos. Gak ada ahklak lu pada.
Akhlak itu yang terpenting adalah kalian menghargai orang lain mas bro. Jangan mentang mentang berkuasa sampe gak ngehargain kite kite ini. Tiap ada kebijakan, gak pernah minta pendapat kita. Padahal kita kita ini punya hak bicara loh. Wah jangan jangan KPM ini punya ideologi PKI. Segala memaksa.
Pak Wr3 jangan diam aja nih, tegur juga. Badan Pengawas Perkakas juga jangan diem aja. Kebagian uang nih ceritanya sampe diem aje? Apa nunggu di gruduk masa? Saran saya sih ya, mending klarifikasi deh pake surat atau video. Biar formal. Jangan main pindah kebijakan aja. Pengen viral lu??!!!







Keren, yang bersangkutan harusnya panas.
Kaya e ga bakal dibaca sama doi:v