Mahasiswa Penjual Hijab di Kudus Selesaikan S1 Tiga Setengah Tahun

Seorang penjual hijab di Pasar Jetak, Kabupaten Kudus bernama Muhammad Fachrul Hudallah atau yang biasa di panggil Fachrul (21) akhirnya menyelesaikan sarjana dengan masa tiga setengah tahun pada tanggal 02 Februari 2022 di Universitas Wahid Hasyim Semarang dengan predikat cumlaude.

Mahasiswa fakultas hukum tersebut, dinyatakan lulus setelah di uji skripsinya oleh tiga dosen di lantai 5 gedung dekanat Universitas Wahid Hasyim Semarang. Diantaranya yang menguji adalah Dr. Shidqon Prabowo, S.H., M.H., Dr. Arum Widiastuti, S.H., M.H., dan Anto Kustanto, S.H., M.H.

Hambatan ekonomi tidak menjadikan Fachrul patah semangat untuk berjuang di ibu kota provinsi sebagai mahasiswa.

“Dulu saya gak kepikiran kuliah karena lulusan SMK kan biasanya kerja. Tapi saya nggak mau kerja di pabrik, malah buka sendiri hijab kecil-kecilan di depan pabrik dulu setiap sehabis subuh sampai jam delapan pagi. Jam setengah sembilan kerja lagi sampai jam tiga sore. Dan sekitar jam empat, saya dulu mremo di acara ketoprak. Sekitar tahun 2018,” ujarnya.

Fachrul mengaku untuk mendaftar kuliah tidak mudah. Dia mengalami kesulitan ekonomi karena berasal dari keluarga yang kurang mampu secara finansial.

“Waktu saya jalan-jalan ke Semarang sama saudara saya, kok rasanya ingin kuliah. Kemudian pulang ke Kudus dan mencari kampus, akhirnya menemukan di Universitas Wahid Hasyim Semarang dengan jalur regular. Waktu itu saya bilang sama ibuk akan menanggung biaya perkuliahan sendiri dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Ternyata perjalananya ketika kuliah tidak mulus, lika-liku di dalam perkuliahan mengenai biaya sering terjadi. Dia pernah mendapatkan beasiswa YBM BRI selama satu tahun dan sebelum lulus mendapatkan bantuan UKT.

Mahasiswa prodi ilmu hukum tersebut selain berjualan hijab dan kuliah, ternyata juga sebagai aktivis mahasiswa yang aktif di beberapa organisasi untuk mengasah kemampuan kepemimpinanya.

“Saya menerapkan hidup harus berwarna dan menebar kebermanfaatan. Selain berkuliah yang pada saat itu setiap hari, saya jualan hijab setiap sabtu dan minggu per pekan. Di tambah lagi, berorganisasi dan tahun 2019 saya pernah menjadi ketua salah satu organisasi. Hidup itu berat, ya gimana lagi. Mindset dan hidup itu akarnya ada di pikiran. Saya juga suka demo-demo, pernah menjadi orator juga berkali-kali karena itu kegemaran saya. Yang paling penting adalah memajemen waktu dan jangan minder bersama siapapun.”

Tidak minder terhadap segala hal yang berbau kebaikan adalah penting untuk mencetak generasi yang unggul dan baik. Kesempatan kuliah tidak disia-siakan dia yang pernah membuka outlet paron dan yungyeng drink yang kemudian tutup. Dia juga saat ini menjual beberapa buku.

Fachrul sebagai mahasiswa hukum aktif menulis di beberapa media online dan antologi bersama. Ada juga buku solonya yang berjudul “Kilatsyah dalam Jeratan Kemiskinan” yang terbit tahun 2020.

Pada tanggal 02 Februari 2022 yang merupakan tanggal cantik, dia resmi lulus sarjana hukum di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

“Fachrul ini skripsinya bagus dan keren. Bimbingan kepada saya sampai jam 00.00 dan 01.00 WIB dini hari. Bukan hanya skripsi yang ditanyakan, namun ada beberapa hal yang dia penasaran. Intinya baguslah, “ kata Shidqon Prabowo selaku dosen pembimbing sekaligus penguji.

Shidqon Prabowo merasa senang ada mahasiswanya yang bersemangat ketika bimbingan kepadanya dan selalu berkonsultasi. Apalagi, selalu berkonsultasi mengenai hukum perlindungan konsumen.

“Untuk pemahaman materinya sudah bagus dan isinya juga bagus. Semoga bisa berkolaborasi bareng dalam beberapa penelitian bersama dia,” ucap Arum Widiastuti selaku dosen pengujinya.

“Hidup harus bersemangat, Punya pikiran positif, Selalu belajar terus dimanapun dan kapanpun, serta bermanfaatlah dimanapun. Miskin bukan halangan karena banyak beasiswa ketika berkuliah. Jangan pernah minder. Miskin itu bukan salah kita, tapi masa depan adalah tanggung jawab kita. Antara idealis dan realistis harus seimbang,” tutup Fachrul.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *