Site icon Baladena.ID

XP 1 : Di Sebuah Prolog

Masih dalam cercah prakata

Tak menahu tentang apa

Langkah awal seraya berkata

Di manakah aku berada?

 

Masih dalam prolog yang asing

Kala sang fajar baru saja menyingsing

Jalan beraspal Sulang stagnan bergeming

Laksana gemuruh guncangan ban Wuling

 

Hingga pijakan mengenal pelataran baru

Pun sepasang mata terbelalak paripurna

Bersihkan diri, meski tanpa putih abu-abu

Dan mulai ku sadari, aku adalah siswa SMA

 

Hingga pijakan mengenai ubin seruang

Asing, ramai, bersama aksesori gantung usang

Bak perfeksionis, sinis mata mereka garang

Sepelemparan batu jalanku tak pernah gamang

 

Sedikit tak kerasan ku duduk di depan

Menyita atensi seluruh remaja di sana

Ngomong tok, parani a, jak kenalan!

Maklum dan lumrah, aku sudah terbiasa

 

Tapi, konon yang tua kerap bercerita

Balada terindah adalah masa-masa SMA

Adrenalin terpacu penuh, beranjak dewasa

Merangkam erat ambisi, walau harus gembira

 

Tapi, konon yang tua kerap bercerita

Balada terindah adalah masa-masa SMA

Transisi yang sibuk, tak hanya kupu-kupu

Banjir organisasi, konflik nan berseteru

 

Dan tapi, konon yang tua pernah bercerita

Balada terindah adalah masa-masa SMA

Romansa ciamik, pelipur dahaga cinta

Wejangan cinta, mujarab daripada tetua punya

 

Aku tak sabar, heran, lantas bagaimana?

Ingin lekas mengusaikan prolog yang ada

Akan mewarnai langkah kelabuku itu

Melintasi aksen suka, sendu, hingga pilu

 

Pandai bergaul, kunci kesuksesan ketiga

Kubutuh nakama, guna mengarungi sejuta warna

Hei, bukankah kelas ini memerlukan nama?

Xosfor? Alright, let’s through our path!

 

Bersama, segera!

 

Oleh : Aletheia Raushan Fikra Ukma, Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang, Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ranting IPM Planet Nufo, Penulis 2 Buku : Mengkaji Hari, Arsip Insomnia

Exit mobile version