Masih dalam cercah prakata
Tak menahu tentang apa
Langkah awal seraya berkata
Di manakah aku berada?
Masih dalam prolog yang asing
Kala sang fajar baru saja menyingsing
Jalan beraspal Sulang stagnan bergeming
Laksana gemuruh guncangan ban Wuling
Hingga pijakan mengenal pelataran baru
Pun sepasang mata terbelalak paripurna
Bersihkan diri, meski tanpa putih abu-abu
Dan mulai ku sadari, aku adalah siswa SMA
Hingga pijakan mengenai ubin seruang
Asing, ramai, bersama aksesori gantung usang
Bak perfeksionis, sinis mata mereka garang
Sepelemparan batu jalanku tak pernah gamang
Sedikit tak kerasan ku duduk di depan
Menyita atensi seluruh remaja di sana
“Ngomong tok, parani a, jak kenalan!”
Maklum dan lumrah, aku sudah terbiasa
Tapi, konon yang tua kerap bercerita
Balada terindah adalah masa-masa SMA
Adrenalin terpacu penuh, beranjak dewasa
Merangkam erat ambisi, walau harus gembira
Tapi, konon yang tua kerap bercerita
Balada terindah adalah masa-masa SMA
Transisi yang sibuk, tak hanya kupu-kupu
Banjir organisasi, konflik nan berseteru
Dan tapi, konon yang tua pernah bercerita
Balada terindah adalah masa-masa SMA
Romansa ciamik, pelipur dahaga cinta
Wejangan cinta, mujarab daripada tetua punya
Aku tak sabar, heran, lantas bagaimana?
Ingin lekas mengusaikan prolog yang ada
Akan mewarnai langkah kelabuku itu
Melintasi aksen suka, sendu, hingga pilu
Pandai bergaul, kunci kesuksesan ketiga
Kubutuh nakama, guna mengarungi sejuta warna
Hei, bukankah kelas ini memerlukan nama?
Xosfor? Alright, let’s through our path!
Bersama, segera!
Oleh : Aletheia Raushan Fikra Ukma, Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang, Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ranting IPM Planet Nufo, Penulis 2 Buku : Mengkaji Hari, Arsip Insomnia

