Pakopen, Bandungan — 10 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-20 Posko 01 UIN Walisongo turut ambil bagian dalam pelaksanaan tradisi tahunan Nggecok dan Dawuhan mata air di Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan.
Tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian Merti Dusun ini digelar sebagai wujud rasa syukur warga atas keberadaan sumber air bersih yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Kepala Desa Pakopen, Agus Subarjo, menjelaskan bahwa tradisi Nggecok dan Dawuhan mata air telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa leluhur.
“Tradisi ini bentuk rasa syukur atas keberadaan sumber air. Dahulu, sumber air di Pakopen kecil dan diyakini memiliki penunggu, sehingga kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga kelestariannya,” ujarnya.
Mahasiswa KKN bersama warga bergotong royong membantu persiapan tradisi, mulai dari prosesi Nggecok yaitu membersihkan lokasi mata air yang dilanjut menyiapkan perlengkapan untuk mengolah menu khas Dawuhan Mata Air sebagai ritual slametan menghormati dan memohon berkah dari mata air.
Prosesi ini diiringi dengan doa, makan bersama, serta meletakkan satu piring khusus menu Dawuhan Mata Air di dekat sumber mata air.
Agus menuturkan, “Proses Dawuhan Mata Air melibatkan pengambilan daun-daun khusus dari Gunung Ungaran dan ayam kampung. Daun disajikan mentah, ayam dibakar dan dibumbui kelapa parut, lalu dimakan bersama. Jenis daun yang digunakan seperti suru pencok dan godong kopi, dan ayamnya harus ayam kampung asli.”
Kepala Urusan Keuangan Desa Pakopen, Dwi Kushartoyo, menambahkan bahwa tradisi Nggecok atau pembersihan sumber mata air menjadi tahap awal sebelum pelaksanaan Dawuhan Mata Air.
“Dulu sumber air berbentuk sendang dengan pancuran, sehingga perlu dibersihkan dari rumput dan lumpur untuk melestarikannya,” terangnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi mahasiswa KKN MIT 20 Posko 01 yang dinilainya membawa semangat baru.
“Kehadiran mahasiswa memberikan energi positif, apalagi generasi muda kini semakin banyak yang terlibat. Warga dibantu komunitas motor trail dalam mencari daun di Gunung Ungaran sehingga pengetahuan ini tetap diwariskan,” ujarnya.
Tradisi Nggecok dan Dawuhan Mata Air di Desa Pakopen biasanya digelar setahun sekali, setelah musim panen padi, bersamaan dengan kegiatan bersih desa dan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.
Keberadaan mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi jembatan dalam melestarikan budaya lokal dan menanamkan rasa cinta pada kearifan tradisi daerah.

