Segala sesuatu yang dilandasi dengan rasa senang dan cinta pasti akan menumbuhkan suatu hal yang sempurna. Tanpa cinta, semuanya akan berjalan dan terlalui begitu saja tanpa arah dan tujuan yang jelas. Cinta akan mewarnai segala aktivitas menjadi indah dan menarik, meskipun sudah dilakukan berkali-kali. Dengan landasan cinta, semua itu akan terasa nikmat dan syahdu.
Cinta adalah sebuah misteri Sang Ilahi, datang tanpa diundang dan lenyap tanpa pamit kapan saja dan dimana saja. Begitulah cinta. Namun, dibalik itu semua, banyak sekali sumbangsih yang telah diberikan oleh cinta. Misalnya, pengorbanan, ambisi, dan juga kekuatan ekstra, kesabaran, dan juga kerelaan. Seorang insan yang sudah gandrung terhadap sesuatu sehinga tumbuh rasa cinta, pasti ia akan rela melakukan segala hal, meskipun itu sangat mustahil baginya. Mungkin itulah yang seringkali disebut sebagai kekuatan cinta.
Seperti halnya yang sedang aku rasakan sekarang ini. Aku merasakan betapa besar kekuatan cinta sehingga sampai di posisi yang sedang ku jalani, dan tentunya dengan penuh cinta. Dengan cinta yang aku miliki, aku bisa sampai di sebuah tempat yang sangat cocok untuk melampiaskan rasa cinta yang sedang bersemayam di dalam diriku. Cinta yang aku persembahkan kepada-Nya dengan sepenuh hati melalui puisi cinta-Nya yang tersuratkan di dalam lembaran demi lembaran kitab suci.
Pengorbanan yang tidak seberapa terus aku lakukan dengan senang hati untuk mendapatkan hati-Nya, berusaha memperbaiki apa yang sudah ada dan mencari apa yang belum ada di dalam diriku, itu merupakan salah satu upayaku mencari ketulusan cinta-Nya. Melakukan segala aktivitas yang bisa mendekatkan diriku kepada-Nya adalah sebuah kenikmatan tersendiri yang tidak akan mampu untuk diungkapkan.
Untuk melampiaskan rasa cintaku kepada-Nya, aku memilih kesunyian dan juga ketenangan yang benar-benar mampu memberikan suasana yang penuh dengan kesyahduan cinta. Itulah yang membuat aku rela meninggalkan sejenak hingar-bingar kehidupan kota yang penuh dengan ambisi duniawi. Aku memilih kesunyian dan keasrian alam yang di dalamnya tumbuh banyak harapan dan juga impian besar untuk mendekontruksi peradaban umat dan juga masyarakat yang dibingkai dengan nuansa cinta dari Sang Maha Pencipta.
Di tempat sunyi inilah aku bisa menemukan ketulusan cinta sejati tanpa berbaur dengan kesenangan semu yang hanya akan memberikan pilu dan sendu. Memilih satu pilihan, di sisi lain pasti juga harus mengorbankan pilihan yang lain, meninggalkan pilihan lain, di sisi lain pasti juga akan menimbulkan rasa berat di dada dan juga duka. Itulah bumbu-bumbu perjuangan cinta. Pada dasarnya, memperjuangkan sebuah cinta sejati merupakan sesuatu yang tidak mudah, apalagi jikalau tanpa adanya niat dan juga tekad yang kokoh sebagai pondasinya.
Kekuatan cinta memang benar-benar membuat diriku sadar, bahwa segala sesuatu jika dilakukan dengan cinta pasti akan bisa terlalui dengan mudah, meski itu adalah sesuatu yang berat sekalipun. Dengan kekuatan cinta, ternyata alam pun juga mampu bersahabat dan menyatu dengan apa yang sedang aku rasakan. Keadaan yang genting pun tidak akan mampu mengubah ambisi dalam bercinta. Seperti yang kini sedang terjadi, kedaan pandemi tidak akan mampu mengalahkan kekuatan cinta yang aku miliki. Aku justru memandang ini adalah suatu keberkahan tersendiri yang tidak semua orang bisa merasakannya.
Jika fenomena pandemi seperti yang terjadi sekarang ini dianggap hanya sebagai sebuah petaka, maka aku melihat itu sebagai sebuah anggapan yang salah. Sebab, ketika alam memberikan keadaan dan situasi yang seperti ini, justru aku bisa mengambil banyak berkah dan hikmah di dalamnya. Keadaan ini mendekatkanku semakin dekat kepada cinta sejati yang selama ini aku cari dan aku harap-harapkan kedatangannya. Begitulah sempurnanya skenario Sang Pemberi Cinta.
Setelah menjalani proses panjang memperjuangkan rasa cintaku, kini tiba waktuku untuk berjuang mati-matian untuk mempertahankan cinta yang sudah bersemayam di dalam jiwa. Aku benar-benar merasakan betapa lebih sulit mempertahankan sesuatu yang sudah berada digenggaman tangan dari pada mendapatkannya. Mulai dari sinilah, saya sadar, betapa pentingnya mensyukuri segala sesuatu yang sudah kita dapatkan, meskipun hal kecil. Cinta menyadarkanku sampai kepada hal itu.
Setiap waktu yang aku habiskan di tempat yang penuh ketulusan cinta ini, aku selalu menikmati dengan sepenuh hati, hingga aku merasakan kenikmatannya merasuk kedalam sela-sela denyut nadi dan ulu hati. Setiap hembusan nafas seakan memberikan harapan yang membuat diriku mampu dan rela melakukan apa yang Dia inginkan. Setiap untaian kalimat dan puisi yang Dia sampaikan membuat tubuh ini lemas tak berdaya, sebab melalui puisi indah-Nya saya sekan mendapatkan tamparan keras tentang apa arti sebenarnya cinta dan dunia.
Dia selalu menyadarkan diriku setiap kali mulai berpaling dari-Nya, aku merasakan betul betapa mulianya Dia sehingga tidak akan pernah pantas bagi aku untuk mendua. Dinginnya hembusan angin malam membuatku semakin merasakan kedahsyatan cinta-Nya, setiap kali aku menjelajah masuk kedalam cinta-Nya, aku semakin tak berdaya oleh ketulusan yang telah Dia berikan selama ini. Air mata bahagiapun selalu mengiringi pertemuanku dengan-Nya.
Setiap kali aku membaca surat-Nya, diriku seakan dibuat bungkam oleh setiap untaian kalimat indah nan sempurna. Bahkan, mendengarnya saja membuat tubuhku bergetar. Puisi yang penuh dengan kasih sayang dan ketulusan yang tidak akan mampu ditandingi oleh siapapun di jagad raya ini. Hidupku menjadi sempurna dengan teguran-teguran manja yang Dia sampaikan lewat puisi-Nya itu. Sebenarnya, aku juga belum bisa memahami apa yang menjadi keinginan-Nya. Namun, aku selalu percaya bahwa setiap rencana yang Dia ajukan kepadaku itu adalah pilihan yang terbaik.
Aku pun sering kali berselisih pendapat dengan-Nya, Dia menginginkan A, sedangkan aku menginginkan B. Tetapi, dengan adanya perbedaan pendapat tersebut, ternyata semakin berjalannya waktu, ternyata itulah warna-warni cinta yang membuatku semakin yakin bahwa Dia adalah cinta terbaikku. Entah apa lagi yang aku inginkan dari-Nya, aku merasa bingung, tetapi yang jelas aku tidak menginginkan jauh dari-Nya meskipun itu hanya terjadi satu detik saja.
Cinta-Nya kepadaku tidak akan pernah bisa terbalaskan, meskipun sampai nyawa dan ragaku terpisah. Kejutan demi kejutan selalu Dia hadirkan untuk memperindah kisah hidupku, mulai kejutan yang berakhir tawa bahagia, hingga kejutan yang berakhir dengan air mata duka. Melalui kejutan-kejutan itulah saya mampu memahami kesempurnaan cinta-Nya yang selama ini berulangkali Dia sampaikan di dalam puisi indah. Janji yang Dia ikrarkanpun selalu dipenuhi ketulusan dan kesucian cinta-Nya tidak akan pernah mampu aku ungkapkan.
Mungkin dengan aku berada di tempat ini, itu adalah cara-Nya untuk membuatku bisa memahami dan menafsirkan pesan-pesan cinta-Nya yang terbingkai dalam sajak-sajak sastra berbahasakan bahasa syurga. Aku sangat bersyukur setiap kali dekat dengan-Nya, getaran cintapun selalu mengiringi hari-hari cerahku. Kesempurnaan-Nya membuatku diam, terbungkam, dan terpaku sembari terpukau dengan apa yang Dia berikan kepadaku.
Dia. Sang Pemberi Segalanya. Dialah Sang Maha Cinta. Dialah yang memberiku takdir untuk mencintai dan dicintai, mengasihi dan dikasihi, menyayangi dan disayangi. Setiap langkah yang aku tapaki, setiap jalan yang aku susuri, setiap waktu yang telah aku lalui, cinta-Nya lah yang membuatku kuat. Apalah dayaku yang hanya seseorang yang lemah dan serba kekurangan selalu mengharapkan cinta sejati dari-Nya. Sang Maha Cinta, cintailah aku dengan cinta-Mu yang suci.
Planet Nufo, September 2020
Linda Arifatul Ulya

