Oleh: Reynisa Beta Nurlyan, Tim PKM Universitas Negeri Surabaya.
Selama pandemi Covid-19 melanda dunia, teknologi memiliki peran yang sangat penting pada berbagai bidang dalam kehidupan manusia, termasuk negara Indonesia. Secara tidak langsung, masyarakat Indoneia telah terbiasa untkhidup berdampingan dengan teknologi demi memudahkan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama teknologi informasi. Di antar sekian bidnag yang ada, salah satu bidang yang mengalami pengaruh yang begitu signfikan dari teknologi informasi, yaitu bidang pendidikan.
Akibat adanya pandemi Covid-19, mau tak mau Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) pun harus dilaksanakan secara online. Hal tersebut perlu dilakukan agar KBM dapat tetap berjalan sebagaimana mestinya, sehingga dapat menekan penyebaran virus Covid-19. Salah satu bentuk inovasi terhadap sistem pendidikan Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan situasi kondisi yang sedang berlangsung adalah pengadaan ujian online bagi para peserta didik mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai tinggi.
Meskipun World Health Organization telah menyatakan, bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir sejak 5 Mei 2023, pengadaan ujian secara online tetap diterapkan pada sebagian besar instansi pendidikan. Mereka beranggapan, bahwa ujian online dinilai lebih fleksibel, sebab dapat dilaksakan kapan saja dan dimana saja tanpa perlu bertatap muka secara langsung. Namun, pada kenyataannya, tidak semua tenaga pendidik mengerti akan sistem pengadaan ujian secara online karena keterbatasan sarana dan prasarana.
Dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dan sekitarnya, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pun mengadakan pelatihan pembuatan ujian online berbasis Google Form terhadap sejumlah guru dari Yayasan Perguruan Karya Setia(YPKS) Miftachul Hidayah.
Tim Program Pengabdikan Kepada Masyarakat(PKM) ini diketuai oleh Ibu Wiyli Yustanti, S.Si., M.Kom. dengan aggota, Bapak I Kadek Dwi Nuryana, S.T., M.Kom. dan Ibu Aries Dwi Indrayanti, S.Kom., M.Kom. yang turut dibantu oleh Puji Septiyana Nautika dan Reynisa Beta Nurlyan sebagai perwakilan mahasiswa.
Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan para guru dalam membuat ujian secara online dengan menggunakan salah satu layanan yang ditawarkan oleh Googlesecara gratis, yaitu Google Form. Ibu Wiyli Yustanti menyampaikan, “Sebenarnya, terdapat berbagai macam platform yang dapat digunakan oleh para guru untuk membuat ujian secara online. Namun, pada pelatihan ini, saya akan menggunakan Google Form karena platform tersebut memiliki kompleksitas yang rendah, sehingga para guru dapat mengelolanya secara mandiri dengan mudah dan tidak berbayar.”
Progam PKM ini berlangsung pada tanggal 24 Juni 2023 di Kota Mojokerto, Jawa Timur yang dihadiri oleh 25 guru dari YPKS Miftachul Hidayah sebagai peserta pelatihan. Sebelum pelatihan dimulai, peserta diminta untuk mengisi pre-test terlebih dahulu. Ibu Wiyli Yustanti menyampaikan, “Pre-Test ini saya gunakan untuk mengetahui pemahaman awal para peserta mengenai penggunaan Google Form dalam membuat ujian online.”
Kemudian, setelah para peserta selesai mengisi Pre-Test, Ibu Wiyli Yustanti pun membuka pelatihan pembuatan ujian online berbasis Google Form yang dilanjutkan denganpemaparan materi. Pertama, cara membuat pertanyaan dengan berbagai tipe mulai dari pilihan ganda, kotak centang, isian singkat, essai dsb. beserta pemberian skor pada setiap pertanyaan. Kedua, cara mengelola jawaban milik responden. Ketiga, cara mengelola pengaturan ujian secara keseluruhan pada Google Form.Lalu, beliau juga menjelaskan bagimana cara membatasi waku pengerjaan ujian bagi responden, baik secara manual, maupun dengan menggunakan add-on tools pada Google Form.
Selama pemaparan materi berlangsung, Ibu Wiyli Yustanti juga melakukan interaksi dengan para peserta pelatihan untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap setiap materi yang telah diberikan sebelumnya. Setelah sesi pemaparan materi berakhir, peserta diminta untuk mengisi Post-Test dengan soal yang sama dengan Pre-Test sebelumnya, tetapi dengan tambahan pengumpulan projek akhir yang berupa hasil dari pembuatan ujian dengan Google Form. Melalui kedua hasil tes tersebut, pemahaman peserta pelatihan dapat dibandingkan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan pelatihan.
Respon para peserta terhadap pelatihan yang diberikan oleh Tim PKM Unesa sangatlah baik. Para peserta pun merasa puas dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Sebagian peserta pun mengajukan permintaan terkait pengadaan kembali pelatihan di YPKS Miftachul Hidayah dengan topik pelatihan lain. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru telah dapat mengembangkan keterampilannya dalam membuat ujian secara online dengan menggunakan Google Form.

