Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru di era digital, tim dosen dari Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan aplikasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di SMP Negeri 1 Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 17 Mei 2025 ini diikuti oleh 50 peserta dan diselenggarakan secara hybrid, dengan dosen Yuni Yamasari hadir langsung di lokasi, sementara dua anggota tim lainnya, Anita Qoiriah dan Aditya Prapanca, bergabung secara daring.
Kegiatan pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB dengan rangkaian acara yang diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu siswa SMPN 1 Wonorejo, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ibu Tri Setiati, disusul sambutan dari Kepala Sekolah, Bapak Teguh Winaryo, S.Pd., M.Pd., serta sambutan dari perwakilan tim PKM, Aditya Prapanca.
Dalam sambutannya, Bapak Kepala Sekolah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan dan menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Pemaparan materi diawali dengan doa bersama dengan harapan semoga pelatihan dapat berjalan dengan lancar. Materi pertama disampaikan oleh Anita Qoiriah melalui sambungan daring, yang mengenalkan konsep dasar kecerdasan buatan dan bagaimana teknologi ini mulai diterapkan dalam dunia pendidikan.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu bagi guru dalam menyusun materi pembelajaran, menganalisis kebutuhan belajar siswa, hingga membantu dalam penilaian otomatis. Peserta mendapatkan gambaran bagaimana AI dapat menjadi mitra guru dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efisien dan personal.
Sebelum masuk ke materi kedua, suasana pelatihan dibuat lebih segar dengan sesi ice breaking berupa senam otak yang dipandu langsung oleh Yuni Yamasari. Peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan, dan kegiatan ini berhasil mencairkan suasana serta meningkatkan semangat belajar para guru.
Materi kedua disampaikan kembali oleh Yuni Yamasari yang memperkenalkan pemanfaatan ChatGPT sebagai salah satu contoh penerapan AI dalam pendidikan. Melalui demonstrasi langsung, ia menunjukkan bagaimana ChatGPT dapat digunakan untuk membantu guru menyusun soal, merancang rencana pembelajaran, hingga menyediakan materi pembelajaran secara cepat dan tepat.
Setelah sesi tanya jawab yang berlangsung aktif, kegiatan ditutup dengan refleksi dari peserta yang menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap pelatihan. Kegiatan resmi ditutup pukul 12.00 WIB dengan ucapan terima kasih dari panitia dan tim PKM.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital pendidikan di Indonesia.
(Penulis : Anita Qoiriah)

