Proses pengolahan tembakau secara tradisional masih dilestarikan oleh sebagian warga Desa Johorejo, salah satunya oleh Bapak Lutfil Adib.
Pada Selasa malam (19/8), dilakukan kunjungan ke rumah beliau untuk menyaksikan langsung proses pemotongan daun tembakau yang masih menggunakan alat manual.
Pemotongan daun tembakau tersebut dilakukan secara hati-hati menggunakan pisau khusus yang dirancang untuk menjaga kualitas irisan.
Selain pisau, juga digunakan wadah pemotongan berupa alas kayu atau bambu yang memudahkan pengumpulan daun yang telah dipotong.
Menariknya, proses ini dilakukan pada malam hari. Hal ini dilakukan agar daun tembakau yang telah dipotong bisa langsung dijemur keesokan paginya, saat sinar matahari mulai muncul.
Proses penjemuran ini sangat penting untuk menghasilkan tembakau yang kering sempurna dan berkualitas baik.
Menurut Bapak Lutfil Adib, metode tradisional ini memang memerlukan ketelatenan dan waktu yang lebih lama, namun tetap dipertahankan karena dapat menjaga kualitas rasa dan aroma tembakau.
“Meski sekarang sudah banyak alat modern, kami masih memilih cara manual karena lebih teliti dan hasilnya lebih alami,” ujar beliau saat ditemui di sela-sela proses pemotongan.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal dalam pengolahan hasil pertanian masih hidup dan terus diwariskan di tengah arus modernisasi.
Proses seperti ini juga menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai ketekunan dan kerja keras dalam kehidupan masyarakat desa.
Penulis:
Muhammad Ainun Najih, Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah

