Site icon Baladena.ID

Terdekap Ilahi

Remuk redam memeluk saat terdiam

Dengan gusar mata memandang temaram

Ketidaksiapan menggoreskan biru lebam

Hingga tak ku jumpa siapa menanam

 

Jarak membentang dalam buaian

Saat merpati sampaikan keputusan

Dalam peluk ku nafikan keterputus asaan

Demi pelita harap masa depan

 

Jika langkah harus ku henti

Mungkin segalanya hilang arti

Segala yang terpupuk tak lagi bersemi

Saat bertemu hambat melukai

 

Tuhan jalanku yang mana?

Kisahku tak Kau siapkan ci(n)ta?

Sebagai hibur menapaki senja

Saat letih kabarkan warta gembira

 

Bersandar makhluk sangatlah pelik

Tersebab hati hanya Kau milik

Hinga menjerit terdiam dan memekik

Saat purnama hilang Kau petik

 

Hanya harap yang ku semogakan

Semoga kau perkenan menguatkan

Untuk meniti jalan yang kau hamparkan

Dalam menempa sang besi harapan

 

Bulir dan peluh seakan menghujan

Beserta pilu yang sesak berteman

Raga berharap Kau sematkan iman

Sebagai penglipur dalam kegelapan

 

Asa senyap dalam sunyi

Berbisik kasih tak terkelabuhi

Gemerlap semesta tak kau peduli

Hanya mendamba dekap Ilahi

Exit mobile version