Pengertian Emotional Freedom Technique (EFT)
Emotional Freedom Technique (Teknik Pembebasan Emosi) artinya model terapi energi psikologis yang dikembangkan oleh Gary Craig pada tahun 1990 dengan menggabungkan Ilmu Akupunktur dan Mind Body Medicine. Dalam buku yang berjudul “Emotional Freedom Technique” yang ditulis oleh Dr. Akmal Sutja, MPd. menyatakan bahwa EFT didasari pandangan bahwa, “seseorang bermasalah karena aliran energi tubuhnya tak lancar.” Ketidaklancaran energi tubuh itu ditimbulkan dari adanya emosi negatif yang tersimpan. Bila dalam tubuh seseorang tersimpan emosi negatif, maka akan menghambat atau memblokir sirkulasi energi positif.
Masih tercantum dalam buku yang ditulis oleh Dr. Akmal Sutja bahwa cara kerja EFT adalah dengan mengetuk titik meridian pada bagian tubuh dapat melepaskan penyumbatan dalam saluran sistem energi yang menjadi sumber intensitas emosional atau ketidaknyamanan seseorang akan kondisi tertentu. EFT merupakan teknik menebas pohon yang terdapat dalam hutan emosi, agar seseorang dapat bebas bergerak kemana ia inginkan. Itulah mengapa Craig menamai EFT dengan Teknik Pembebasan Emosi. Craig menyatakan, bahwa “Setiap pohon terguling mewakili derajat lain kebebasan emosional. Pohon yang digulingkan itu adalah emosi negatif yang menghambat individu untuk hidup sehat dan harmonis.
Menurut Craig “Emotional Freedom Technique merupakan teknik penyembuhan emosional yang juga ternyata dapat menyembuhkan gejala-gejala penyakit fisik”. Hal ini berdasar pada revolusi yang berkembang dalam keyakinan psikologi konvensional yang menjelaskan bahwa “segala emosi negatif yang muncul dapat merusak energi sistem dalam tubuh”. EFT dilakukan dengan mengetukkan dua ujung jari pada beberapa lokasi tubuh. Ketukan-ketukan tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan energi meredian dalam tubuh ketika terjadi gejala-gejala kemunduran fisik dan emosional yang menggangu memori secara aktual tetap sama, namun gejala penyakit hilang.
Craig mengemukakan Emotional Freedom Technique (EFT) adalah sebuah terapi psikologi praktis yang dapat menangani banyak penyakit, baik itu penyakit fisik dan penyakit psikologis (masalah pikiran dan perasaan). Artinya EFT merupakan versi psikologi dari terapi akupunktur yang tidak menggunakan jarum, melainkan dengan menyelaraskan sistem energi tubuh pada titik-titik meridian di tubuh, dengan cara mengetuk (tapping) dengan ujung jari. Teknik ini sangat mudah dipelajari dan dapat diterapkan di mana saja, dan untuk siapa saja. Menurut teori ilmu EFT, penyebab segala macam emosi negatif adalah terganggunya sistem energi tubuh dan emosi-emosi negatif yang tak terselesaikan, menjadi penyebab utama pada hampir semua penyakit fisik.
Sejarah Emotional Freedom Technique (EFT)
Energi psikologi dipopulerkan oleh Dr. Roger Callahan di tahun 1980-an, merupakan penemuannya ketika mengobati pasien bernama Mary yang mengalami water fhobia menggunakan teknik TFT (Thougt Field Therapy). Dengan penemuannya, yaitu mengetuk (tapping) dengan ujung jarinya kebagian bawah kelopak mata Mary, dalam waktu kurang dari satu menit Mary mengatakan rasa tidak enak di perutnya akibat dari fobia itu hilang. Dr. Callahan sama herannya dengan Mary, lalu ia mencoba teknik yang
sama ke ratusan pasiennya, dan hasilnya adalah berhasil. Selanjutnya pada awal tahun 1990-an salah satu siswa Dr. Callahan, yang bernama Gery Craig, menyederhanakan algoritma TFT menjadi EFT dimana prosesnya dibuat lebih sederhana secara universal agar bisa diterapkan untuk semua permasalahan mental, emosional dan fisik.
Callahan Technique atau Tought Field Therapy (TFT), meski hasilnya begitu memukau, namun tidak mudah diterapkan oleh orang awam. Diperlukan usaha yang lebih optimal untuk menguasai TFT, sebab latihan TFT bukanlah sebuah praktik yang mudah. Mempelajarinya pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hingga, muncullah sebuah teknik yang lebih mudah dijangkau, yaitu EFT yang diperkenalkan oleh Gary Craig.Meskipun sama mendasari atas anggapan yang sama yaitu respon tubuh terhadap stimulus, tetapi EFT hanya memanfaatkan rangsangan tubuh pada titik tertentu di bawah kulit. EFT hanya terbatas pada afirmasi, tidak memberikan stimulus yang berbentuk lain, seperti makanan, vitamin, musik, nyanyian, dan lain sebagainya yang pernah diterapkan Callahan dalam terapi gamut.
Sejak tahun 1991 hingga beberapa tahun berikutnya, Gary menawarkan diri untuk memberikan terapi EFT secara gratis kepada para veteran perang Vietnam di VA (Veteran Administration). Para veteran ini telah menderita (Post Traumatic Stress Disorder) PTSD selama puluhan tahun. Kemudian, dalam jangka waktu 6 hari, Gary Craig menerapkan EFT dan berhasil membebaskan 20 orang veteran dari PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).
Manfaat Emotional Freedom Technique (EFT)
emotional freedom technique (EFT) adalah teknik sederhana yang ampuh, bebas obat, mudah dipelajari sehingga dapat dengan mudah juga diterapkan untuk semua permasalahan mental, emosional dan fisik. Berikut beberapa manfaat emotional freedom
technique (EFT):
1. Mengatasi Stress
2. Menciptakan Keajaiban dalam Penyembuhan
3. Memperbaiki System Kekebalan Tubuh
4. Memberikan Perasaan Damai
5. Membentuk Keyakinan
Ayat Al- Qur’an yang berkaitan dengan Emotional Freedom Technique (EFT)
1. QS. Al-Baqarah (2:286):
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Iamendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak memberikan beban yang melebihi kemampuan seseorang. Ini dapat memberikan penghiburan kepada individu yang sedang berjuang dengan emosi atau beban psikologis yang berat, dan mereka diberikan keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi rintangan tersebut.
2. QS. Ar-Ra’d (13:28):
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ayat ini menekankan pentingnya mencari ketenangan dan kedamaian batin melalui pengingat kepada Allah. Praktik ini sesuai dengan konsep dasar terapi EFT di mana individu mengalihkan perhatian mereka dari ketegangan dan kecemasan ke titik-titik fokus dan afirmasi positif.
3. QS. Al-Baqarah (2:152):
“Maka ingatlah kamu kepada-Ku, Aku akan ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah
kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Ayat ini menyoroti pentingnya bersyukur dan mengingat Allah dalam segala situasi. Praktik bersyukur dan mengalihkan pikiran dari hal-hal negatif ke hal-hal yang positif seringkali menjadi bagian dari proses penyembuhan emosional.
Meskipun terapi EFT bukanlah bagian dari ajaran Islam secara spesifik, konsep-konsep
yang terkandung dalam Al-Quran dapat memberikan dukungan dan panduan bagi
individu yang menggunakan metode tersebut dalam usaha penyembuhan dan pemulihan.

