Site icon Baladena.ID

Teen in Helpless

Berdiri di atas keraguan

Tersenyum di atas kesedihan

Tertawa di atas kesengsaraan

Menangis di kala malam

Berbahagia di kala siang

Seolah-olah sudah menjadi hal biasa

Bagi para remaja yang hidup dalam kebinasaan mental

 

***

Dunia ini seakan berhenti ketika raga dan mental sudah tak searah. Terlalu berlebihan, mungkin. Tapi apa daya jika kenyataannya seperti itu? Berhentilah untuk terus berbohong pada kenyataan bahwa kamu tampak baik-baik saja. Karena pada dasarnya, manusia pasti akan mengalami masa dimana senja tidak mau menampakkan keindahannya, dan mendung akan selalu menutupinya.

Hitam, itulah gambaran dinamika hidup remaja saat ini. Terbelenggu oleh kemunafikan yang selalu menampakkan diri di depan semua orang. Terdiam membisu dengan apa yang terjadi di siang hari, memberontak dan ingin lepas di malam hari. Remaja, seperti bertelungkup di atas duri yang selalu sigap untuk menusukkan ketajamanya ke dalam tubuh rapuh mereka. Ingin berlari sekencang mungkin, hingga angin pun tak mampu mengejarnya. Ingin teriak sekeras mungkin hingga dunia mendengarnya. Rintih pilu yang terpendam di hati sudah tak mampu untuk ditahan, ingin lekas menyampaikan segala rasa resah yang membelenggunya.

Motivasi hanya seglintir kata yang bisa membangkitkan mental. Tapi tidak untuk menyembuhkan. Rasa percaya diri seketika menghilang di hadapan mereka. Rasa ingin menghilang seketika tebersit kuat di akal, hingga hati merasa marah dengan diri sendiri. Dilahirkan untuk hidup, namun niat hidup hanya untuk menghilang.

 

Oleh : Fadhila Hanun Azzahro, Siswi Kelas X SMA Negeri 1 Sulang.

Exit mobile version