Kendal– Suasana hangat dan penuh khidmat mewarnai tasyakuran malam 17 Agustus 2025 yang digelar Pemerintah Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.
Acara ini tidak hanya dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat, tetapi juga melibatkan mahasiswa KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang yang tengah bertugas di desa tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Sojomerto, Ridu Rimbawanto, dilanjutkan dengan tahlilan mendoakan arwah para pahlawan, kemudian pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dan diakhiri dengan makan bersama seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ridu Rimbawanto menegaskan pentingnya menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum pengingat perjuangan bangsa.
“Kami berharap dengan adanya acara ini, Desa Sojomerto semakin kompak dan maju. Kita semua mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan pengorbanannya menjadi simbol perjuangan bagi generasi penerus,” ucap Ridu.
Kehadiran mahasiswa KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo menjadi warna tersendiri. Mereka turut membantu jalannya acara serta ikut dalam doa bersama dan pemotongan tumpeng. Hal ini menunjukkan sinergi positif antara akademisi dan masyarakat desa.
Koordinator Desa (Kordes) M. Alif Khoirul Huda menilai keterlibatan mahasiswa KKN sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Tradisi seperti ini adalah momentum kebersamaan. Selain mengenang jasa pahlawan, kita juga bisa mempererat silaturahmi antarwarga. Kehadiran adik-adik KKN UIN Walisongo tentu memberi energi baru bagi Desa Sojomerto,” ujar Alif.
Acara berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan makan bersama. Tradisi tasyakuran malam 17 Agustus di Desa Sojomerto menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui doa, syukur, dan kebersamaan lintas generasi, termasuk partisipasi aktif mahasiswa KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo.

