Wanasari, Brebes (24/07) – Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, pemahaman mengenai tata cara merawat lingkungan menjadi hal yang penting bagi generasi muda. Salah satu cara efektif untuk melibatkan anak-anak dalam upaya tersebut yaitu dengan mengenalkan mereka pada metode budidaya hidroponik yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat. Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman menggunakan media air dan nutrisi yang tepat.
SD Negeri Sisalam 02 merupakan sekolah yang peduli terhadap lingkungan sehingga program pendampingan pembuatan hidroponik sederhana dengan memanfaatkan botol plastik bekas diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengalaman yang berharga bagi para siswa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajarkan praktik pertanian berkelanjutan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Program pendampingan pembuatan hidroponik sederhana dilaksanakan pada hari Senin, 24 Juli 2023 di ruang kelas 5 SD Negeri Sisalam 02. Seorang mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dari jurusan Agribisnis hadir untuk menyampaikan materi dan panduan praktik pembuatan hidroponik sederhana kepada siswa. Materi yang disampaikan mencakup pengertian hidroponik, manfaat hidroponik, jenis tanaman yang cocok dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik, serta hal-hal penting yang harus diperhatikan ketika menggunakan sistem ini.
Anak-anak kemudian diajarkan menyemai benih sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam menggunakan rockwool. Setelah itu, mereka bersama-sama membuat hidroponik sederhana dari botol plastik bekas. Antusiasme tampak jelas di wajah mereka saat melaksanakan praktik ini. Wali kelas pun turut serta dalam pembuatan hidroponik sederhana, hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran guru sebagai contoh yang baik. Beliau juga menuturkan bahwa program pembuatan hidroponik sederhana ini relevan dengan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka.
“Ini merupakan hal yang baru bagi anak-anak. Jadi meeka tampak bersemangat apalagi didampingi juga dengan tim KKN,” tutur wali kelas.
Setelah selesai dibuat, tanaman hidroponik diletakkan di dekat jendela kelas agar terkena sinar matahari. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro kemudian bertanggung jawab untuk melakukan monitoring setiap minggu guna memantau pertumbuhan dan perkembangan tanaman hidroponik. Program pendampingan pembuatan hidroponik sederhana ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 15 yaitu menjaga ekosistem daratan (life on land).
“Kami tidak hanya mengajarkan lalu dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengontrolan yang tepat. Untuk itu, kami akan melalukan monitoring rutin agar kegiatan ini mencapai hasil yang maksimal,” ucap Dea anggota KKN.
Melalui program ini diharapkan siswa kelas 5 SD Negeri Sisalam 02 dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan sejak dini, memiliki keterampilan dalam praktik pertanian berkelanjutan, serta dapat menerapkan praktik hidroponik secara lebih luas di masyarakat. Semoga program seperti ini dapat terus diadopsi oleh lebih banyak sekolah untuk menciptakan generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga bumi.
Penulis: Dea Marita Azizah – Agribisnis UNDIP 2020

