Site icon Baladena.ID

Tahun Baru Fokus Kerja Produktif

Tahun 2021 telah berlalu, saat ini memasuki awal 2022. Pergantian tahun merupakan peristiwa biasa, tidak sakral. Angka-angka tahun hanyalah cara manusia menghitung waktu yang telah dipergunakan.

Hal yang lebih diperlukan dalam memasuki tahun baru, yakni dengan introspeksi (bermuhasabah). Introspeksi dapat mengevaluasi diri dan memberikan makna dalam perjalanan waktu yang datang dan pergi tanpa diminta.

Setidaknya bisa mengevaluasi perjalanan waktu sebelumnya digunakan untuk apa saja. Hal ini tentu saja berkaitan dengan manajemen waktu. Ada yang pandai menggunakan waktunya untuk hal-hal yang produktif. Tidak sedikit yang melewati waktu tanpa melakukan hal-hal yang berarti. Ada yang selalu merasa kekurangan waktu, ada juga yang stres karena terlalu banyak waktu luang tetapi tidak tau apa yang harus dikerjakan. Memang, setiap orang dapat memaknai dan mengisi waktu dengan cara berbeda-beda. Persepsi tetang sukses, kebahagiaan, dan capaian pun berbeda-beda.

Apa pun peran seseorang dalam masyarakat, dalam lembaga/organisasi, apakah pemimpin, bawahan, ataupun dalam level terendah, staf misalnya, umumnya menginginkan menjadi yang terbaik dalam karier. Evaluasi diri bisa membangun kesadaran diri, dan apabila dilakukan dengan benar dapat membantu mewujudkan target yang telah direncanakan.

Kemauan untuk melaukan instrospeksi diri menjadi sangat penting mengingat sudah menjadi sifat manusia untuk menutupi kekurangan yang ada pada dirinya sehingga enggan menerima saran, apalagi kritik. Melakukan evaluasi diri menjadi sebuah kebutuhan jika ingin lebih baik.

Dengan evaluasi, dapat membuat perencanaan (tentu berdasarkan kalkulasi kemanusiaan) ke depan. Perlu ditanamkan tekad yang kuat bahwa tahun-tahun mendatang haruslah menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah evaluasi, dapat merancang kerja yang produktif.

Kerja produktif, bukan kerja sibuk

Apabila di tahun lalu merasa sudah banyak yang dikerjakan namun hasilnya tidak tampak, atau tidak sesuai dengan yang diharapkan, sebaiknya perlu merenungkan. Apakah yang dikerjakan hanyalah sebatas kerja sibuk, ataukah kerja produktif? Sebab sangat berbeda antara kerja sibuk (bahkan seolah-oleh sibuk) dengan kerja produktif.

Orang yang biasa kerja sibuk, lebih banyak menghasibkan waktu mengerjakan pekerjaan yang menumpuk, padahal itu hanayalah rutinitas. Bukan sebagai target sehingga hasilnya biasa-biasa saja.

Betapa banyak orang menghabiskan waktu hanya untuk mengerjakan kegiatan yang sama, bahkan sampai lembur, dan hampir tidak memiliki waktu luang untuk istirahat. Kerja sibuk hanya sebatas mengerjakan rutinitas yang sebenarnya dapat dikerjakan oleh siapapun, tanpa keahlian khusus, tanpa pemikiran khusus, dan tanpa strategi khusus.

Bagi orang yang kerja sibuk, mereka akan tanpak mengerjakan banyak hal, tapi tidak ada yang fokus dan menjadi target. Terkadang punya target, tapi tidak fokus dan bisa saja di tengah jalan ganti target, bahkan bisa mengerjakan yang tidak ada dalam list program kerja.

Sebaliknya bagi orang yang kerja produktif, hanya akan mengerjakan berdasarkan skala prioritas, menentukan target, lalu fokus. Tidak akan terpengaruh oleh lingkungan, apalagi bisikan. Sebab, orang yang kerja produktif tau akan prioritas. Ia akan berani mengatakan tidak untuk pekerjaan yang tidak sesuai, mengatakan iya pada pekerjaan yang sesuai. Sebaliknya, orang yang kerja sibuk cenderung mengatakan iya untuk banyak pekerjaan yang tidak penting sekalipun.

Orang yang kerja sibuk cenderung memperhatikan dan show up terhadap apa yang  mereka kerjakan. Sedangkan orang kerja produktif akan memperhatikan target dan hasil. Hal inilah yang membuat orang kerja produktif akan menilai dan memilih pekerjaan, dan berani mengatakan tidak terhadap pekerjaan yang tidak sesuai dengan target. Berbeda dengan orang yang kerja sibuk akan cenderung bersikap multitasking. Mereka bisa mengerjakan banyak hal,  tidak memperhatikan target.

Selain itu, seseorang dengan kebiasaan kerja sibuk akan cenderung bertindak terlebih dahulu tanpa berfikir. Bagi orang kerja produktif akan sebaliknya. Sebelum bertindak, mereka cenderung akan berfikir terlebih dahulu untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.

Tidak kalah pentingnya adalah manajemen waktu. Seseorang yang biasa kerja  produktif, akan membatasi diri untuk tahu kapan harus bekerja, kapan beristirahat, dan kapan  melakukan aktivitas lain. Ia akan bekerja pada jam kerja, berangkat dan pulang sesuai jam kerja. Sedangkan orang yang biasa kerja sibuk lebih suka datang terlambat, dan pulang terlambat. Terkadang lebih suka lembur sehingga akan tampak sangat sibuk, padahal hasilnya akan biasa-biasa saja karena yang dikerjakan adalah pekerjaan rutin yang terlambat dikerjakan.

Agar dapat kerja produktif, dapat dimulai dengan mengatur jam berapa harus tidur, dan jam berapa harus sudah bangun. Lebih bagus lagi kalau punya semboyan “bangun malam, bukan tidur terlalu malam”. Istirahat adalah hal yang penting untuk bisa kerja produktif.

*Dikutip dari berbagai sumber.

Oleh: Dr. Hamzani, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

Exit mobile version