Site icon Baladena.ID

Ta’aruf KKN UIN Walisongo Semarang di Maahad Tahfiz Al-Qur’an Darul Falah Selangor Malaysia

Selasa, 9 Juli 2024, pukul 08.30 waktu Malaysia, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang, Indonesia, melaksanakan acara ta’aruf di Maahad Tahfiz Al-Qur’an Darul Falah, Selangor, Malaysia. Kegiatan ini diadakan di aula pondok dan dihadiri oleh mudir Maahad Tahfiz Al-Qur’an Darul Falah Selangor, Umi Mufarrihah binti Noyo Sarkun, MA., beserta para ustadz dan ustadzah.

Pengasuh Maahad Tahfiz Al-Qur’an Darul Falah, Umi Mufarrihah binti Noyo Sarkun, berasal dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan merupakan alumni Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang. Pondok ini khusus perempuan dengan jumlah santri sebanyak 45 orang.

Acara ta’aruf diisi dengan beberapa persembahan dari para santri, di antaranya nasyid, kalam jama’i, dan rebana (dikenal sebagai banjari di Indonesia). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan para mahasiswa KKN dengan lingkungan pondok dan budaya setempat.

Umi Mufarrihah binti Noyo Sarkun menyampaikan, harapannya agar pengabdian mahasiswa UIN Walisongo di Malaysia bisa membawa berkah dan manfaat untuk masa depan yang cemerlang. Beliau juga menekankan pentingnya saling belajar memahami bahasa dan budaya satu sama lain.

“Banyak hal baru yang akan ditemui oleh para mahasiswa maupun para santri, baik dalam hal bahasa maupun budaya. Seperti kata ‘gampang’ yang di Indonesia berarti mudah, namun di Malaysia berarti anak yang lahir di luar pernikahan. Contoh lainnya, di Indonesia tengah malam masih banyak penjual makanan, tapi di Malaysia tengah malam toko-toko sudah tutup. Dari situ, kita harus saling belajar memilah dan memilih bahasa serta budaya satu sama lain,” ujarnya.

Beliau berharap agar semua kegiatan mahasiswa KKN di Malaysia dimudahkan hingga akhir dan mereka bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga.

Perwakilan UIN Walisongo, K.H. Abu Bakar Faqihuddin. Beliau mengingatkan pentingnya adab bertamu dan menyesuaikan diri dengan tuan rumah.

“Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung. Adab bertamu itu harus manut sama tuan rumah, jadi harus manut sama yang diminta Abi dan Umi, diminta ngajar ya manut, bersih-bersih ya manut,” katanya.

Acara ta’aruf ditutup dengan perkenalan mahasiswa KKN dan sesi bersalam-salaman, yang di Indonesia disebut mushofahah. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa KKN UIN Walisongo dengan para santri dan pengurus Maahad Tahfiz Al-Qur’an Darul Falah, serta memberikan pengalaman berharga bagi semua pihak yang terlibat.

Oleh : Khildah Athiyyah

Exit mobile version