Site icon Baladena.ID

Spirit Isra’ Mi’raj 

Isra’ miraj merupakan peristiwa sejarah yang sangat monumental. Momentum sejarah itu terjadi 14 abad Hijriyah yang lalu. Nabi Muhammad Saw. diperjalankan oleh Allah dari Masjid al-Haraam di Mekah ke Masjid al-Aqshaa, di Al-Quds, Palestina,  lalu dilanjutkan dengan menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh semua makhluk. Semua itu ditempuh dalam semalam. Peristiwa itu sekaligus sebagai mukjizat mengagumkan yang diterima Rasulullah Saw.

Sebaian umat Islam mensyiarkan momentum isra’ mi’raj dengan berbagai kegiatan bernuansa religius, dan pada umumnya dengan mengadakan ceramah agama. Materinya pun yang berkaitan dengan masalah hikmah Isra’ mi’raj.

Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang sifatnya divine event (agenda Ilahiyah). Peristiwa yang dijalani oleh Rasulullah Saw. dalam satu malam tersebut mutlak atas kuasa dan kehendak Allah Swt. Hal ini seperti difirmankan oleh Allah Swt. dalam surat al-Isra ayat (1): “Maha Suci Allah Yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu (potongan) malam dari masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Lafaz “asra” pada surat al-Isra’ berarti “diperjalankan oleh Allah”, menunjukkan bahwa Rasul dalam peristiwa agung itu sifatnya pasif.

Ada beberapa hikmah yang dapat dipetik dari Isra’ Mi’rajnya Rasulullah sebagai spirit yang kuat untuk dapat diaplikasikan dalam realitas hidup  untuk membangun kepribadian, masyarakat dan bangsa yang mulia. Pertama, Isra’ mi’raj dari Masjid al-Haram ke Mesjid al-Aqsha dan terus naik ke Sidrat al-Muntaha merupakan cara Allah dalam rangka meneguhkan hati Rasulullah dalam dakwah. Rasulullah baru saja dilanda musibah dengan meninggalnya dua pembela utama dalam dakwah yaitu Abu Talib, pamannya,  dan Siti Hadizah, isterinya. Berjumpa secara langsung dengan Allah, penguasa alam ini, dapat menguatkan pendirian dan keistiqamahan dalam dakwah.

Hikmah yang dapat dipetik adalah bahwa sudah selayaknya sebagai umat Islam dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi baik sebagai individu maupun masyarakat, tidak melupakan untuk selalu memohon petunjuk dari Allah Swt.. Hanya dengan pertolongan-Nya manusia dapat keluar dari beragam persoalan yang datangnya silih berganti. Spirit isra’ mi’raj merupakan upaya Allah untuk mengokohkan semangat dan meneguhkan langkah Rasulullah.

Kedua, Isra’ Mi’raj  merupakan  proses naiknya Rasul dari tempat yang rendah (bumi) ke tempat yang tinggi (Sidarat alMunthaha) untuk selanjutnya pulang ke bumi untuk mengadakan perubahan-perubahan dengan mengadakan perancanaan-perancanaan baru dalam membangun dan memprogram langkah dakwah ke depan. Paling tidak dalam merenungkan pesan-pesan isra’ mi’raj tercipta kesadaran baik secara individu maupun secara komunal untuk lebih kreatif, dinamis dan optimis dalam menjalani hidup ini, dan dalam  membangun bangsa ini ke depan.

Bagi para pejabat negara, lebih bersungguh-sungguh merancang pembangunan dalam berbagai sektor. Bagi para ilmuan dan pelajar siap untuk selalu menciptakan penemuan dan inovasi baru. Bagi para pengusaha dan pekerja dapat bersinergi membangun ekonomi. Semua dapat memberikan kontribusi menurut kapasitasnya masing-masing.

Ketiga, Isra’ Mi’raj adalah peristiwa yang terprogram dan terencana. Allah Swt. sudah mendesain perjalanan Rasululllah tersebut dengan perencanaan yang jelas dan mempunyai batas waktu, yaitu hanya satu malam.

Sebagai manusia yang selalu ingin dinamis, agar selalu meninjau plaining dan target. Apakah kita sudah mengalami kemajuan dan perubahan yang signifikan, sehingga dapat kembali merencanakan program yang jelas, terencana dan punya limit waktu.

Isra’ mi’raj sebagai suatu momentum hari bersejarah harus dapat dipahami dan ditangkap makna yang terkandung di dalamnya. Selanjutnya dapat dijadikan sebagai motivasi dan spirit bagi kita agar ke depan lebih baik lagi. Isra’ Mi’raj bagi umat Islam merupakan event bersejarah yang mesti dapat dipetik hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, dapat menerjemahkan dalam realitas kehidupan sehingga punya dampak yang signifikan dan tidak hanya terbatas pada peringatan seremonial saja.

Oleh: Dr. AI Hamzani, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

(Dikutip dari berbagai sumber). 

Exit mobile version