Pakopen, 07 Agustus 2025 – Dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 1 menyelenggarakan sosialisasi anti-bullying bersama SD Negeri Pakopen 01 yang terletak di Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Sosialisasi anti-bullying yang digelar di aula sekolah ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4–6 dan turut didampingi oleh BABINSA selama kegiatan berlangsung.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan mengenai jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta cara mengatasi ketika terjadinya bullying.
Selain itu, para mahasiswa juga mendampingi anak-anak untuk berbicara mengenai pengalaman mereka, apakah pernah atau tidak mendapatkan bentuk bullying.
Kepala Sekolah SD Negeri Pakopen 01, Ibu Widiyah, S.Pd., menyambut hangat program ini. Ia juga mengapresiasi antusiasme siswa yang begitu bersemangat mengikuti sosialisasi.
Ayunda, salah satu siswi kelas 6, bercerita bahwa dirinya pernah mengalami bullying karena sering diejek oleh teman sekelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, teman-temannya dapat lebih memahami dampak dari ejekan dan tidak lagi mengganggunya di kelas.
Bintara Pembina Desa (BABINSA) Bapak Suryanto mengatakan, “Pentingnya menyelenggarakan sosialisasi anti-bullying kepada anak-anak adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mencegah terjadinya kekerasan yang marak terjadi, terutama di sekolah. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter anak sejak dini.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat lebih memahami dampak negatif bullying serta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Kepala sekolah juga menekankan bahwa upaya pencegahan bullying memerlukan kerja sama dari semua pihak, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bullying, para siswa diharapkan dapat saling menghargai perbedaan dan membangun persahabatan yang sehat.
Sekolah berkomitmen untuk terus mengadakan program serupa secara berkala, guna memastikan generasi muda tumbuh dengan karakter yang positif, toleran, empatis, dan peduli terhadap sesama.

