SEMARANG – Sekitar 200 mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), organisasi kepemudaan (OKP), serta berbagai unsur pemuda dan masyarakat se-Kota Semarang dan Jawa Tengah mengikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H. sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Energi Nasional: Menjawab Tantangan Saat Ini dan Masa Depan.” Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami kembali nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendiskusikan persoalan strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Eddy Soeparno menekankan bahwa ketahanan energi merupakan bagian penting dari kepentingan nasional. Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar, baik energi fosil maupun energi terbarukan, namun pada saat yang sama masih menghadapi ketergantungan terhadap impor energi.
“Segera akhiri paradoks energi Indonesia, kaya akan energi fosil dan terbarukan, namun kebutuhan energi sehari-hari masih bersumber dari impor,” ujar Eddy Soeparno.
Menurut Eddy, persoalan ketahanan energi tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan sektor energi. Gangguan pasokan dan kenaikan harga energi dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari industri, transportasi, pangan, hingga perekonomian secara keseluruhan.
Karena itu, Indonesia perlu membangun ketahanan energi dengan pendekatan yang realistis dan berkelanjutan. Salah satu strategi yang disampaikan adalah pengembangan “energi jalur ganda”, di mana energi fosil dan energi baru terbarukan (EBT) tetap dikembangkan secara bersamaan sesuai kebutuhan dan kapasitas nasional.
“Ketahanan energi Indonesia akan tumbuh melalui pengembangan ‘energi jalur ganda’: baik energi fosil dan EBT akan berkembang bersama,” kata Eddy.
Ia juga menegaskan bahwa transisi energi merupakan sebuah keniscayaan dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan emisi karbon. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan energi terbarukan, termasuk tenaga surya, angin, hidro, panas bumi, hingga pengolahan sampah menjadi energi.
Pembahasan ketahanan energi tersebut kemudian ditempatkan dalam konteks 4 Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 serta Ketetapan MPR RI sebagai konstitusi dan landasan kehidupan bernegara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Kehadiran sekitar 200 peserta dari kalangan mahasiswa, BEM, OKP, dan berbagai unsur kepemudaan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam memahami sekaligus mengawal berbagai persoalan kebangsaan, termasuk tantangan energi yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia di masa mendatang.
Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, nilai-nilai kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman normatif, tetapi dapat diterjemahkan dalam kepedulian dan partisipasi nyata generasi muda dalam menjawab persoalan strategis bangsa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan wawasan kebangsaan dengan isu-isu aktual yang dihadapi Indonesia, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi penerus pembangunan, tetapi juga bagian dari kelompok yang ikut menentukan arah Indonesia menuju negara yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

