Guna memaksimalkan peran mahasiswa dalam masyarakat, mahasiawa Prodi PMI melakukan focus group discussion bersama Komunitas Kresek Kudus untuk membincang terkait kebencanaan. Hal ini sangat serasi mengingat Kresek Kudus merupakan komunitas sosial yang bergerak di bidang lingkungan, sedangkan berita maupun kabar terkait bencana tidak jauh dari aspek lingkungan dalam kehidupan manusia.
Adapun dalam kegiatan ini, mahasiswa mengajak representasi dari Komunitas Kresek Kudus untuk melakukan diskusi yang terarah ini. Untuk itu, mahasiswa mengajak Ketua Kresek, Faesal Adam dan juga sekretarisnya, Amalia Zulfana untuk melakukan pembicaraan yang fokus di bidang bencana ini. Dengan demikian, diskusi ini dihadiri oleh 8 orang mahasiswa dan 2 orang perwakilan komunitas. Kegiatan ini dilakukan pada Hari Kamis, 7 Desember 2023 di kediaman Saudara Adam atas rekomendasi beliau. Kegiatan ini juga dilaksanakan pada pukul 13.00 hingga 15.00 waktu setempat.
Adapun pembahasan pada diskusi kali ini menyangkut tiga poin, yaitu hakikat bencana, manajemen bencana, dan juga peran Kresek Kudus dalam manajemen bencana. “Selama ini mungkin yang kita tahu ketika mendengar bencana adalah bencana alam. Padahal, pada dasarnya bencana terbagi menjadi tiga, yaitu bencana alam, nonalam, dan juga bencana sosial”, jelas Hudatil, salah satu anggota mahasiswa PMI.
“Hakikat bencana sendiri adalah segala fenomena atau kejadian yang merugikan umat manusia,” tambahnya.
Dalam hal ini, fokus yang dibicarakan terkait hakikat bencana adalah pengertian terhadap bencana dan juga macam-macam bencana.
“Manajemen bencana pada dasarnya terbagi menjadi tiga periode, yakni pra bencana, kejadian, dan juga pasca bencana”, jelas Saepudin yang juga dari anggota mahasiswa PMI.
Setelah memahami hakikat dan manajemen bencana, kini giliran Kresek Kudus menyampaikan apa saja program yang dicanangkan. Hal ini diperlukan agar para mahasiswa bisa mengidentifikasi bersama terkait perannya dalam manajemen bencana.
Amalia sebagai sekretaris mengungkapkan, “Kalau di Kresek Kudus sendiri itu mungkin peran dalam manajemen bencana tidak berbentuk gerakan langsung sebagaimana lembaga yang fokus di bidang bencana. Akan tetapi, Kresek Kudus memiliki program dengan tujuan menjaga lingkungan. Mungkin dari situ peran kami dalam melakukan pencegahan bencana.”
Amalia juga menambahkan, “Kegiatan kami antara lain sedekah sampah dan minyak jelantah, sosialisasi menjaga lingkungan, dan juga event lingkungan seperti tanam pohon dan bersih-bersih tempat wisata alam.”
Tanpa disadari, sampah dan minyak dapur menjadi masalah yang cukup besar jika tidak ditangani dengan tepat dan serius. Dua hal itu pula yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang dimulai dari sektor kecil seperti rumah tangga.
“Kalau yang terdekat itu ada yang baru kemarin kami lakukan dalam memeringati Hari Pohon Sedunia, yaitu tanam pohon di Area Wisata Tiga Rasa, Japan, Kab. Kudus,” papar Adam sebagai ketua.
Adam menambahkan, “Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah sumber air yang berasal dari sungai daerah sana mulai menurun intensitasnya.”
“Nah, itu termasuk dalam manajemen bencana, yakni masuk dalam tahap pasca bencana, yaitu setelah adanya kekurangan sumber air, diadakan perbaikan tanah guna menangkap sumber air untuk disalurkan”, ujar Mefti, salah satu mahasiwa.
Selain itu, program sedekah sampah dan minyak jelantah adalah mengajak masyarakat untuk menyumbangkan sampah dengan kategori tertentu untuk kemudian diakomodasikan menjadi dana bagi Kresek untuk melakukan kegiatan seperti konservasi alam. Program tersebut dikategorikan ke dalam tahap pra bencana karena dengan adanya program tersebut, masyarakat menjadi tidak membuang sampah sembarangan, dan minyak jelantah juga tidak dibuang asal-asalan sehingga merusak lingkungan.
Adapun kegiatan sosialisasi bisa dilakukan di sekolah-sekolah maupun komunitas masyarakat seperti PKK. Untuk hal ini, biasanya Kresek Kudus menjadi pihak yang diundang guna menyampaikan sosialisasi terkait lingkungan.
Dengan demikian, diharapkan adanya sinergi yang dibangun ini menjadikan masyarakat maupun Kresek Kudus khususnya dapat mengembangkan misi dan program yang selain bertujuan menjaga lingkungan, juga untuk mengantisipasi bencana. Oleh karena itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu tambahan wawasan bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk berusaha bermanfaat bagi sesama, dan dalam hal ini di bidang penanggulangan bencana.

