Site icon Baladena.ID

Sertakan Do’a dalam Setiap Usaha

 

Sungguh Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam berdo’a. Entah kita sadari atau tidak, do’a sangatlah berpengaruh dalam kehidupan kita. Sebab, do’a merupakan manifestasi ketidakberdayaan seorang hamba terhadap Tuhannya. Allah yang Maha segalanya. Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nabi Muhammad bersabda:

قال النبي صلى الله عليه وسلم : (الدعاء مخ العبادة)

Artinya: Do’a adalah murninya (pangkal atau otaknya) ibadah.

Dari hadis di atas tampak jelas, bahwa do’a merupakan pangkal dari setiap ibadah. Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an surat al-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia, kecuali hanya untuk menyembah kepada-Ku.”

Dalam ayat tersebut dijelaskan tentang tugas manusia di dunia adalah hanya untuk (menyembah) beribadah. Ibadah yang dimaksud dalam ayat ini adalah kita harus melakukan segala sesuatu dengan niat untuk beribadah dan menyembah kepada-Nya. Sebab, Allahlah yang akan menolong kita dalam setiap usaha yang kita lakukan.

Manusia hanya bisa berusaha, Allahlah yang menentukan segalanya. Usaha yang tidak dibarengi dengan do’a merupakan sebuah kesombongan. Do’a tanpa dibarengi usaha merupakan sebuah perbuatan yang sia-sia. Banyak orang yang berpikir, bahwa orang yang sukses itu disebabkan usahanya yang keras.

Mungkin secara logika, kita membenarkan hal itu. Namun, apakah kita bisa sukses tanpa do’a dan usaha? Jawabannya tentu tidak, sebab Allah sudah menjelaskannya dalam al-Qur’an surat al-Ra’d ayat 13:

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ

“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”.

Ketika usaha yang kita lakukan sudah sangat maksimal, kita tidak boleh lupa untuk berdo’a. Sebab sejatinya kita tidak punya kekuatan apa-apa dalam setiap usaha yang kita lakukan. Semua itu atas pertolongan yang Allah berikan kepada kita. Usaha dan do’a merupakan sebuah modal yang tidak bisa kita tinggalkan.

Berusaha mati-matian tanpa disertai dengan do’a akan membawa kita pada kesombongan. Sebaliknya, berdoa tanpa ada usaha, sama halnya berharap sesuatu dengan gratis, padahal Allah memerintahkan untuk berusaha sekuat tenaga di dunia. Jadi, usaha dan do’a yang kita lakukan haruslah seimbang. Semakin besar impian dan keinginan kita, harus semakian besar pula ikhtiar dan do’a yang kita laukakan.

Jika keduanya sudah seimbang maka jalan terakhir adalah tawakkal (berserah diri kepada Allah). Allah yang lebih tau, mana yang terbaik untuk kita. Terkadang apa yang Allah rencanakan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi, yakinlah rencana Allah lebih indah dan apa yang sudah menjadi ketetapan dari Allah, itulah yang terbaik untuk kita dan harus kita lakukan dengan ikhlas dan selalu bersyukur, agar senantiasa mendapatkan ridha-Nya di manapun kita berada. Allah Maha Indah atas Segala Rencana-Nya. Wallahu a’lam.

Oleh: Hulya Inara, belajar merangkai kata demi menyusun masa depan.

Exit mobile version