Site icon Baladena.ID

Selamatkan UMKM di Masa Pandemi

Oleh: Nur Istiqomah, Mahasiswa KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang kelompok 26

Pandemi menjadi momok menakutkan bagi pelaku usaha atau UMKM. Bagaimana tidak, sejak pandemi tahun 2019 lalu, penurunan ekonomi masyarakat meningkat sangat singnifikan. Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan ekonomi akibat dampak dari Covid 19. Jika pemulihan ingin dilakukan, maka kita mesti serius dan bekerja sama atau bersinergi sesama pelaku usaha atau pemerintah setempat.

Usaha tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya pasar. Oleh karena itu, market atau pasar menjadi komponen penting dalam UMKM. Hanya saja, kebanyakan masyarakat kita masih menggunakan sistem manual yakni transaksi atau bayar secara langsung ke tempat. Itu menjadi PR bagi pemerintah. Pelaku usaha menengah ke bawah sudah harus dibekali pembelajaran platform e-commerce. Setelah itu, dukungan dari pihak pemerintah mesti digalakkan. Caranya adalah membuat sosialisasi mendorong semua pejabat dilingkup pemprov untuk sama sama berbelanja di UMKM milik rakyat menengah ke bawah.

Terkait dukungan, pemerintah tidak hanya menyediakan bantuan sejumlah uang, tapi juga melalui pelatihan pelatihan. Contohnya memastikan pelaku usaha UMKM mampu menguatkan sisi brand awareness. Hal tersebut diharapkan mampu mendongkrak aktivitas penjualan.

Namun hal ini tidak sepenuhnya kita serahkan kepada pemerintah. Semua mesti memiliki peran agar dapat kembali memutar roda ekonomi. Misalnya saja influencer. Mereka yang memiliki banyak follower bisa menawarkan barang dagangan UMKM secara gratis. Sehingga fans influencer tersebut tergerak untuk membeli sesuatu yang ditawarkan idolanya.

Sebenarnya itu bukan hal baru. Bara Imaji, perusahaan digital agensi yang berfokus pada Brand Ambassador, KOL Management, dan influencer marketing sudah memulai program bertajuk “UMKMembara” bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda. Ini adalah salah satu program yang bermanfaat dan berpihak kepada UMKM menengah ke bawah.

Exit mobile version