Monasmuda Institute Semarang di bawah bimbingan Ustadz Dr. Mohammad Nasih, M.Si. tak pernah bosan membuat terobosan baru. Setelah meluncurkan metode menghafalkan al-Qur’an “ARTIKAN BARU HAFALKAN” atau yang disingkat ABAH, kini rumah perkaderan dan tahfidh al-Qur’an yang didirikan pada medio 2011 itu menggandeng PKBM Generasi Juara untuk siswa SMP dan SMU.
“Kalau di sekolah umum, anak-anak berpotensi mengalami berbagai masalah. Mulai dari waktu yang terbuang sia-sia, pergaulan yang tidak sehat, dan macem-macem lah. Karena itu, Monasmuda Institute Semarang yang sebelumnya hanya membina mahasiswa/i kini juga akan menerima yang level SMP dan SMU. Dulu kan yang SMP dan SMU kami tempatkan di Pesantren dan Sekolah Alam Nurul Furqon atau Planet NUFO, Rembang. Tapi, banyak permintaan dari teman-teman saya terutama, agar ada yang level SMP dan SMU di Semarang. Karena itu, kami berusaha mencari jalan untuk memenuhi permintaan tersebut,” terang doktor ilmu politik lulusan UI tahun 2010 itu.
Nasih bercerita, di Monasmuda Institute, para mahasiswa digembleng untuk menjadi kader intelektual muslim dengan latihan kepemimpinan organisasi dan kewirausahaan. Namun, setelah lulus SMU baru menjalani proses tersebut, oleh dosen FISIP UMJ ini dianggap sudah agak terlambat. Karena itulah, pintu dan ruang yang bisa membuat calon-calon kader belia muslim untuk bisa belajar dengan proses yang benar dan utuh harus ditambah.
“Kalau kami harus mendirikan sekolah lagi di Semarang, rasanya berat. Nanti kami malah sibuk urusan administratif. Akhirnya, kami menggandeng PKBM Generasi Juara yang sudah berpengalaman dalam mengurus proses yang bisa mengantarkan para santri penghafal al-Qur’an binaan kami, masuk ke perguruan tinggi sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan mereka. Mereka kan harus punya ijasah agar nanti bisa kuliah di seluruh jurusan di universitas. Sebab, saya ingin, setelah lulus PKBM yang levelnya SMU, mereka nanti bisa masuk di perguruan tinggi excellent dan menjadi muslim intelektual profesional. Saya to the point tanya kepada pengelola PKBM Generasi Juara, apakah bisa masuk ke Fakultas Kedokteran? Ternyata bisa. Juga bisa kuliah ke luar negeri dan ditunjukkan bukti-buktinya. Maka saya mantap, ” imbuh suami dr. Oky Rahma Prihandani itu.
Pihaknya terus berusaha untuk mencari calon-calon kader berkualitas, agar mimpi saya membangun komunitas muslim intelektual profesional benar-benar terwujud. “Saya undang siapa pun, dari golongan manapun, ormas dan parpol apa pun, tanpa pandang bulu. Kalau ada anak-anak potensial yang tidak mampu secara ekonomi, kami sediakan beasiswa. Yang mampu ya dibiayai sendiri.” pungkasnya.
Untuk mendaftar pada program ini, bisa hubungi: 085877584225.

