Site icon Baladena.ID

Sejarah sebagai Fondasi Peradaban

Oleh: Siti Nurkholisah, Sekolah Tinggi Hukum Pasundan Sukabumi

Dari pemaparan materi sejarah yang saya ikuti, saya menyadari bahwa pengetahuan saya selama ini masih sangat terbatas. Banyak literatur yang pernah saya baca ternyata belum memberikan gambaran yang utuh. Misalnya, dalam penafsiran tentang Malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, terdapat berbagai pendapat ulama. Ada yang berpendapat bahwa Malaikat Jibril menampakkan diri menyerupai seorang laki-laki, sementara sebagian lainnya menyatakan bahwa wahyu itu disampaikan melalui bisikan tanpa wujud fisik. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa pemahaman sejarah sering kali membutuhkan penelusuran yang lebih mendalam dan tidak cukup hanya dari bacaan yang terbatas.

Hal lain yang baru saya pahami adalah terkait makna istilah Jahiliah. Selama ini saya memahami bahwa Jahiliah berarti “bodoh”, dalam arti kebodohan moral. Namun, penjelasan dari pemateri bahwa Jahiliah bermakna “menutupi” memberikan perspektif baru. Dalam konteks ini, Jahiliah bukan sekadar kebodohan, tetapi kondisi ketika fanatisme dan penyimpangan menutupi kebenaran sehingga melahirkan kekafiran. Pemaknaan ini membuat saya melihat kembali sejarah dengan cara yang lebih kritis dan mendalam.

Materi yang disampaikan juga menggambarkan bagaimana Islam tidak hanya hadir sebagai agama, tetapi sebagai sistem sosial, politik, dan budaya yang terus berkembang sepanjang sejarah. Puncak-puncak kejayaan, seperti masa Kesultanan Utsmaniyah, menunjukkan bagaimana peradaban Islam mampu mempertahankan dan mengembangkan tradisi keilmuan, seni, hukum, dan tata pemerintahan secara berkelanjutan.

Melalui pemahaman ini, saya melihat bahwa kader HMI perlu mempelajari sejarah secara komprehensif untuk membentuk identitas, semangat perjuangan, serta kontribusi nyata umat Islam di era modern. Sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi fondasi untuk membaca realitas dan merancang masa depan.

*Review materi screening Training Raya HMI Cabang Garut

Exit mobile version