Site icon Baladena.ID

Sastra dan Wirausaha

Sudah satu tahun aku menetap di sebuah tempat yang terpencil dan jauh dari kota dan keramaian. Tempat yang sejuk, asri dan sangat menyatu dengan alam. Planet NUFO adalah tempat yang kucari sejak aku kelas enam sekolah dasar yang terletak di Rembang, Jawa Tengah. Aku sudah tertarik untuk masuk Planet NUFO sejak lama dan akhirnya harapan aku tercapai. Sejak awal aku masuk Planet NUFO aku sedah tertarik dengan salah satu keunggulan di Planet NUFO, yaitu kewirausahaan. Dahulu saat aku masih menjadi sanja test camp aku mengikuti wirausaha domba. Kala itu aku diberi dua ekor domba betina yang harus aku rawat hingga memiliki anak.

Keseharianku kala itu, setiap pagi memberi pakan rerumputan yang dapat saat ngarit kemarin sore, setelah itu memberi air minum kepada domba-dombaku. Jikalau pagi itu ada waktu luang, aku selalu menyempatkan diri untuk menggembala. Biasanya aku menggembala saat pukul 09.00, karena rumput pada waktu tersebut sudah tidak terlalu basah karena embun, juga kita bisa mendapat vitamin D dari cahaya matahari pagi.

Hingga setelah beberapa bulan aku mengikuti wirausaha domba, Abah Nasih berceramah tentang dua ekor sapi perah yang akan datang ke Planet NUFO. Setelah ceramah, aku menghampiri Abah untuk mengatakan, bahwa aku ingin memelihara sapi. Saat itu juga, Abah membolehkan dan sekaligus membentuk tim yang terdiri dari 8 orang yang ditunjuk Abah. Pada malam harinya, dua ekor sapi perah bersama anaknya tiba di Planet NUFO. Awalya aku sedikit takut namun aku percaya mereka tidak begitu agresif.

Pagi pun tiba, matahari hangat menyinari pagi yang sangat indah bersama dua penghuni baru Planet NUFO. Semua orang datang menghampiri dan melihat sapi perah yang baru datang tadi malam. Aku mulai piket pagi dengan memberi minum para sapi dan memberi makan. Tak lupa juga untuk membersihkan dan sedikit memandikan sapi, semua itu kulalui dengan sangat senang, bekerja terus-menerus hingga lelah, baru beristirahat, itu lebih nikmat dibandingkan kerja sedikit kemudian istirahat lalu kerja lagi kemudian istirahat. Menurutku itu lebih melelahkan dan membuat malas.

Tak hanya dua ekor sapi perah, di sana juga terdapat sapi pedanging jantan dan betina, dan pada suatu hari, Abah Nasih berencana menaruh dua ekot kerbau jantan dan betina. Dan benar saja dua kerbau itu datang dengan beberapa orang yang membawanya. Ditambah lagi kerbaunya sudah sangat lulut atau jinak, jadi tak perlu takut kerbau itu akan mengamuk.

Dikabarkan juga, kerbau betinanya sedang mengandung anak dan akan lahir dalam waktu dekat. Aku tak sabar menunggu gudel atau anak kerbau yang akan melihat dunia. Selama berbulan-bulan, aku bergabung dengan team sapi, aku mendapatkan banyak sekali ilmu tentang sapi yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan sebelmnya. Juga Abah Nasih pernah berkata nanti jika hasil susu sapi nya di atas 3 liter semisal susunya berjumlah 15 liter maka team sapi dapat jatah susu 3 liter untuk dibagikan ke seluruh anggota. Jadi bisa dibilang saat aku menjadi team sapi hampir setiap harinya meminum susu dan susu yang lainnya akan diolah dan dijual dan berwirausa sapi perah adalah sumber penghasilan harian jika perhari kami menghasilkan 20 liter perharinya dan satuliternya seharga 15 ribu maka kami setiap hari mendapat pemasukan 300 ribu perharinya dan itu belum bersih jika dikira masih untunglah bagi seorang pengusaha sapi perah yang masih muda.

Hingga pada suatu ketika aku tengah merebahkan diri disiang hari, aku mendapat kabar dari salah seorang anggota team sapi. Dia berkata

WOY KEBONE LAIRAN!!!”

Aku dengan sangat terkejut berlari menuju kandang sapi hingga mengundang keramaian di pondok. Aku mulai melihat dua buah kaki kerbau kecil dengan kuku yang masih berwarna kuning mulai mencoba keluar dari tubuh induknya.

Tanpa bantuan tarikan dari manusia induk kerbau melahirkan anak nya dengan selamat. Anak kerbau itu mencoba berdiri dengan keempat kakinya yang masih lemas. Setelah beberapa saat gudel tersebut mulai bisa berjalan dan saat aku mencoba mendekatinya wushhh…. Tiba-tiba dia lari dengan kencang dan

brukk..

Ia terjatuh dan gudel itu mencoba berlari lagi dan terjatuh lagi hingga berkali kali.

Mentari sore dilangit Rembang, terlihat sangat indah di ufuk barat. Gudel yang baru beberapa jam lalu melihat dunia sudah berlarian kesana-kemari. Itulah yang membuat kerbau sangat berbeda dengan sapi. Menurutku.

Mentari terus berputar dan bergantian dengan bulan, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan telah kulalui dengan segala cobaan pada awal tahun baru, sistem kerja team sapi mulai tak beraturan, dikarenakan sang koordinator tengah mengurusi bisnis dan kuliahnya, juga beberapa anggota yang tengah pemadatan ujian, ditambah beberapa juga ada yang bermalas-malasan “tak mau piket kandang” dan yang tersisa aku dan satu orang temanku yang masih setia dan bersabar berjuang dalam berwirausaha. Ialah Reksa, orang selalu menemaniku dan bersamaku dalam hal wirausaha. Tingginya tak jauh berbeda denganku hanya jeda beberapa cm saja namun masalah ukuran badan tetap lebih besar badanku dibanding dia kita juga teman seumuran.

Kami menghabiskan waktu hingga hampir mendekati bulan puasa, kami selalu mengurus hewan ternak yang berjumlah 3 ekor kerbau dan 2 ekor sapi. Kami bekerja sama demi menjaga kepercayaan Abah Nasih kepada kami. Walau pun kami belum pernah mendapakan penghasilan, setidaknya kami mendapatkan ilmu yang lumayan untuk mendirikan peternakan sapi pedaging mau perah.

Waktu terus bergerak dan tak pernah berhenti, hingga mendekati perpulangan kami diberi tahu bahwa selama kami pulang yang mengurus dan merawat sapi adalah pak tukang atau mungkin ada senior yang akan menghandlenya.

***

Hingga setelah perpulangan dan aku telah kembali ketempat yang sangat aku rindukan, aku melihat hal baru di sana yaitu dua ekor sapi pedaging yang sedang melaksanakan penggemukan untuk hari raya idul adha nanti. Namun, selama perpulangan ini banyak sistem yang berubah dalam hal rawat merawat sapi. Awalnya aku masih sedikit minat dengan sapi namun, aku ingin mencoba wirausaha lain yang tak terlalu mudah dan tak terlalu sulit.

Beberapa hari pasca perpulangan, aku dan Reksa masih bingung dalam memilih wirausaha baru. Pada saat itu aku sempat ditawari beberapa wirausaha yaitu jamur janggel, RO dan puyuh. Aku awalnya masih bingung dalam memilih wirausaha dan setiap sore aku selalu menggangur tanpa wirausaha. Dan pada saat setelah shalat maghrib usai dilaksanakan, tiba-tiba saja Ust Suud sang pengasuh harian di Planet NUFO memanggilku dan menghampiriku beliau berkata

“Mas kamu kalau setiap sore ngapain?”

“Ya.. Nggak ngapa ngapain, Ust. Ndak ada wirausaha”.

“Lohh… Nggak boleh gitu, Mas. Kamu ini harus selalu bekerja supaya apa? Supaya kamu tidak kehilangan etos kerjamu. Kamu tau etos kerja?”.

“Nggak tau Ust..”

“Etos kerja. Bahasa gampangnya, itu adalah semangat dalam bekerja. Nah.. Kamu nggak boleh kehilangan itu, supaya kamu nggak jadi nganggur.”

Karena penjelasan Ust. Suud cukup menambah semangat ku, saat itu aku tertarik dengan wirausaha puyuh. Yang kerjanya tak terlalu sulit dan tak terlalu mudah. Setelah aku melakukan trial selama beberapa hari, aku jadi sangat tertarik dengan wirausaha puyuh. Dan yang membuatku semakin semangat adalah ketika Reksa juga ikut memilih wirausaha puyuh.

Kami pun melalui semua pekerjaan puyuh dengan senang dan selalu bercanda tetapi ada kalanya untuk serius.

***

Banyak kisah yang aku alami dari awal aku berada di Planet NUFO dari mulai suka, duka, dan cinta yang mengispirasiku untuk meluapkan perasaan hati kedalam sebuah tulisan yang akan abadi. Aku pernah mendengar sebuah kata-kata yang selalu menginspirasiku untuk terus membuat karya tulis yaitu “kau akan mati secara jasad, namun kau akan terus hidup secara tulisan”. Aku lupa kata-kata itu berasal dari mana namun, kata-kata itu selalu menginspirasiku umtuk terus berkarya.

Mungkin aku memang memiliki bakat dalam hal sastra berawal dari saat aku merasakan jatuh cinta kepada seseorang dan tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya saat itu aku melihat sebuah pensil dan buku kecil, lalu aku mulai menuliakan apa yang aku rasakan. Beberpa bulan kemudian aku mulai menekuni sedikit demi sedikit. Walaupun singkat, tapi lumayan lah.

Dan setelah belajar lebih dalam di Planet NUFO, akhirnya beberapa tulisan yang kuciptakan telah masuk media baladena.com salah satunya adalah puisi yang berjudul,

Engkau

Buah karya : @raktaa.rajendra

Kau…

Kau adalah orang yang

Selalu aku dambakan

Kau…

Kau adalah orang yang

Membuatku senang kala ku sedih

Kau…

Kau adalah orang yang selalu memberiku semangat

Namun…

Kau tak pernah menyadarinya

Di kala kau menemukan dambaan hati yang baru

Dan di kala aku tahu alur yang sebenarnya

Aku mulai hancur, dan hanya diam, tersenyum dan berbalik badan

Seketika semua menjadi kelam

Aku selalu mencoba melindungimu dari segala hukuman yang ada

Namun…

Kau selalu mengabaikannya dan hanya mencari bahagianya saja

Dan sekarng semua telah berubah, kau hanya bisa menangis tanpa mengubahnya

Sembuhlah engkau bermain hati, dan berhenti berhenti engkau membohongi

Akhiri semua ini

Tanpa menyakiti

Walau tak banyak tentang ini namun ini cukup menggambarkan perjuangan untuk mencapai masa depan. Dan mungkin aku memiliki sedikit kata-kata untuk perjuangan ini

This is who I am, no matter what they say.”

25 Juli 2022

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version