Site icon Baladena.ID

Sarjana UIN Walisongo Banting Setir Jadi Peternak Kelinci

Arif Fathan Robi, S.Ag, seorang Sarjana UIN Walisongo Semarang asal Rembang yang saat awal kuliah berniat untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Sebab, pekerjaan sehari-hari orang tua Arif hanyalah buruh tani, bukan petani. Dengan pendidikan yang lebih baik, Arif bertekad bulat untuk memperbaiki ekonomi keluarganya.

Arif Fathan Robi berekspektasi bahwa kuliah itu dapat menjadi tiket untuk mendapatkan karir/pekerjaan yang lebih menjamin, seperti menjadi pegawai kantor atau PNS.  Namun, ternyata ekspetasinya itu tidak sesuai dengan realita yang didapatkan di bangku kuliah.

“Karena tidak nyambung antara ekspektasi dan realita, maka saat kuliah saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk berlatih berwirausa,” ucap Arif.

Memilih jalan wirausaha ini adalah jalan terbaik menurut Arif, karena semenjak dia menjadi Mahasantri Monash Institute, dia mengalami perubahan cara berpikir. Yang awalnya bermental miskin berubah menjadi bermental kaya.

“Saya dulu berniat jadi PNS atau pegawai kantor. Tapi setelah masuk dan dicuci otak, juga digembleng di Monash Institute, tidak ada lagi niatan yang demikian. Yang ada adalah bagaimana membangun usaha, sehingga bisa merdeka secara finansial. Setelah saya hitung-hitung, kalau jadi PNS sepertinya sulit untuk bisa berjuang dengar harta,” tegas Arif.

Akhirnya, setelah lulus kuliah, Arif banting setir menjadi peternak kelinci. Sekarang dia memiliki 77 ekor indukan kelinci dari berbagai jenis, mulai pedaging sampai hiasan. Harganya mulai ratusan ribu sampai jutaan.

“Saya berkomitmen untuk membesarkan usaha kelinci ini, agar saya dan lembaga Planet Nufo bisa merdeka secara finansial. Dan bisa memotivasi para santri, juga warga sekitar agar memiliki mental kaya dengan usaha yang dimulai dadi kecil sekalipun,” pungkas Arif.

Exit mobile version