Peringatan Hari Santri kini telah memasuki tahun ke-5. Tepat tanggal 22 Oktober 2020 Hari Santri kembali diperingati. Momentum ini menjadi yang sangat penting, mengingat revolusi jihad K.H Asy’ari bersama para santri dalam melawan dan mempertahankan Indonesia dari cengkraman tangan kolonial Belanda dan Jepang yang puncaknya pada tanggal 10 November 1945, yang kini dikenal dengan Hari Pahlawan.
Santri untuk melakukan upacara ritual pada umumnya. Sebagai Santri kita harus memberikan kontribusi jihad indonesia menjadi kemakmuran. Revolusi jihad mewajibkan santri membela tanah air. Pemerintah mengupayakan agar pendidikan islam berdaya tinggi kompetisi global. Akan tetapi, santri memberikan suatu kemuliaan dengan perjuangan santri dalam merebut kemerdekaan melalui jihad bangsa indonesia. Demi cita-cita besar bangsa indonesia, dengan ini para santri masing-masing bergabung melawan penjajahan.
Santri secara umum adalah orang yang mengikuti pendidikan agama islam di pesantren, biasanya menatap disana hingga pendidikannya selesai. Menurut istilah santri menurut bahasa sansekerta yaitu “Shantri” yang memiliki akar kata sama dengan kitab suci, agama, dan pengetahuan. Seorang santri yang mengabdi di pesantren, biasanya sebagai ketua pondok pesantren yang memberikan tunjangan kepada para santri. Sementara itu, ketua pondok juga mengatur dan mengarahkan para santri supaya taat pada peraturan yang ditetapkan.
Santri merupakan sebutan bagi para pelajar dipondok pesantren. Santri juga berguru dan berkiai, karena sejatinya santri adalah memiliki makna yang lebih dalam. Dan ada makna yang terselubung di dalamnya. Mengingatkan para santri yang dikelola dengan usaha dan kerja keras yang selanjutnya yang hasilnya untuk, negara, bangsa, dan negara, katanya. Santri yang mengikuti arahan Pak Kyai dan Bu Nyai hanya saja mengikuti. Jadi santri tidak ada perkembangan yang signifikan dalam menimba ilmu.
Selain diajarkan dengan sikap yang mandiri, santri juga diajarkan tentang bagaimana berperilaku baik dalam diri kita juga harus menjaga perilaku layaknya seorang santri. Sebab itu akan ditiru pada lingkungan sekitar bahkan juga keluarga untuk menjalankan pendidikan formal. Kegiatan santri yang dilakukan yaitu; seperti membaca al-Qur’an, melaksanakan segala hal yang dilakukan santri. Dalam kesehariannya termasuk mengaji, ngantri itulah yang dilakukan para santri.
Kemudian salah satu sebabnya seorang santri kadang menimbulkan kericuhan lama kelamaan kalau dibiarkan akan menjadi perselisihan antara satu dengan lainnya perbedaan ini anugrah untuk bisa dipersatukan dan dimengerti satu sama lai. Seperti yang dilakukan dipesantrn-pesantren lainnya. Dalam menghadapi berkembangnya kehidupan yang berbangsa dan bernegara.
Oleh: Ulfaturrohmah, Alumnus PP Al hamdulillah Kemadu, Kab. Rembang, Mahasiswi Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang

