Makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT. sangatlah beragam. Mulai dari yang berukuran sangat besar hingga yang sangat kecil yang tidak mampu dilihat langsung dengan mata telanjang. Dalam penciptaan makhluk tidak ada yang tidak memiliki manfaat. Semua diciptakan dengan manfaatnya masing-masing. Dalam al-Qur’an disebutkan dalam Surah Sad: 27, “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” ¬Dari ayat tersebut telah jelas bahwa segala seuatu yang diciptakan-Nya tentu mempunyai manfaat.
Rumah laba-laba
Makhluk sekecil apapun yang diciptakan oleh Allah Yang Maha Pencipta tentu tidak diciptakan dengan sia-sia. Dalam al-Qur’an disebutkan beberapa hewan kecil, misalkan laba-laba, lebah, nyamuk, dan sebagainya. Laba-laba disebutkan dalam Surat al-Ankabut ayat 27 “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang mebuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengatahui.”
Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa selemah-lemahnya rumah adalah rumah yang dibuat oleh laba-laba (sarang laba-laba). Kenapa rumah laba-laba disebut sebagai rumah yang paling lemah? Karena laba-laba tidak dapat berlindung dengan rumahnya dari panas dan hujan. Walaupun disebutkan bahwa rumah yang dibuat oleh laba-laba ini rumah yang paling lemah, namun tetap ada manfaat yang bisa diambil dan dapat pula menjadi hikmah bagi manusia. Hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini adalah bahwa setiap makhluk hidup mempunyai cara yang diberikan oleh Tuhan untuk menggapai rezeki yang telah disediakan oleh-Nya. Selain ada hikmah tersebut, ternyata sarang yang dibuat laba-laba memiliki kekuatan yang hebat jika disatukan bebarapa jaring laba-laba.
Jaring laba-laba
Jaring laba-laba merupakan helaian benang atau sutera tipis dan kuat. Kekuatan jaring laba-laba ini memiliki pelbagai fungsi. Jaring laba-laba terbuat dari benang yang tersusun dari 50% protein terpolimerisasi yang disebut fibroine. Ada banyak fungsi jaring laba-laba di antaranya untuk berayun dari satu tempat ke temapat yang lain, menjerat mangsa yang terjebak di jaring yang dibuatnya. Selain untuk itu, jaring laba-laba juga berfungsi untuk menyimpan telur yang dibuat semacam kantung.
Kantung yang dibuat oleh laba-laba untuk menyimpan telurnya memiliki kandungan yang bermanfaat juga bila dimanfaatkan dengan baik oleh manusia. Pada tahun 2014, ditemukan hasil penlitian oleh Program Kreativitas Mahasiswa kelompok Karya Cipta dari Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya (UB), Malang, yang menyatakan bahwa jaring laba-laba atau bisa disebut dengan sutera laba-laba dapat digunakan untuk mempercepat proses pembekuan darah yang keluar sebab luka luar. Sutera dapat dijadikan bahan untuk itu karena di dalam jaring laba-laba terkandung residu asam amino glisin, alanin, glutamin, serin, dan triosin. Selain itu terkandunf juga di dalamnya antibiotik. Dari zat-zat yang terkandng dalam jaring laba-laba inilah yang membuat mereka yakin untuk melakukan percobaan pemberian jaring laba-laba pada luka luar.
Penemuan terbaru pada awal tahun 2020 yang dikemukakan oleh yang menyatakan bahwa laba-laba bisa “terbang”. Untuk bisa terbang dari suatu tempat ke tempat yang lain laba-laba harus mempersiapkan dirinya dengan melakukan survei terhadap lingkungan yang di tempatinya.
Dengan menggunakan rambut-rambut di kakinya, laba-laba menyurvei keadaan angin disekitar tempatnya berada. Saat dirasa cukup, laba-laba akan mengangkat perutnya untuk mengeluarkan jaring-jaring suteranya, yang kemudian dibuat seperti balon yang menyerupai kapal layar. Jaring-jaring yang dibuat oleh laba-laba untuk terbang sangat tipis dan ringan, berukuran sekitar 100 nanometer. Saat laba-laba terbang feel gravitasi dapat ditentang karena berat udara yang ada di sekitarnya lebih berat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Ketinggian terbang laba-laba berkisar antara 1-3 meter di atas tanah.
Tidak seperti makhluk lain yang mempunyai sayap, laba-laba yang terbang tidak dapat menentukan ke mana dia akan pergi. Hal ini dikarenakan karena laba-laba hanya mengikuti alur angin membawanya pergi.
Contoh lainnya adalah bahwa memang benar laba-laba tak bersayap, namun dalam memperoleh makanannya yang kebanyakan adalah serangga terbang yang memiliki sayap, laba-laba tetap bisa melakukannya. Dengan membuat sarang yang berada di tempat yang tinggi dan karena jaring yang transparan membuat serangga terbang yang melintas mudah untuk menempel dan terjerat dalam sarang laba-laba. Jaring laba-laba ini yang mempunyai lendir perekat untuk menjerat serangga yang melewatinya. Ada juga laba-laba yang tidak menggunakan jaringnya untuk membuat sarang di ujung-ujung daun, di sudut bebatuan yang tinggi, dan sebagainya. Hal ini karena ada laba-laba yang memangsa secara langsung dengan jaring yang dikeluarkannya.
Selain untuk menangkap mangsa, jaring laba-laba juga berfungsi untuk membungkus mangsanya sebelum disantap. Enzim yang terkandung di dalamnya yaitu berfungsi untuk melumpuhkan dan menyimpan mangsanya sebelum di makan. Hal ini terjadi karena laba-laba tidak memiliki mulut pengunyah. Akan lebih mudah jika seperti itu. Fisiologi yang ada pada masing-masing spesies hewan sangat berguna bagi kelangsungan hidupnya.
Dari penjelasan di ayat kemudian jika dikaitkan dengan ayat al-Qur’an surat al-Ankabut, dalam ayat tersebut terdapat redaksi “…sekiranya mereka mengetahui.” Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa perumpamaan itu ditujukan kepada orang-orang musyrik yang seandainya mereka tau jika mereka yang mereka lakukan yaitu menyembah dan meminta pertolongan kepada selain Allah, maka itu adalah sebuah kesia-siaan. Karena yang mereka mintai pertolonga tidak mampu untuk menolong dirinya sendiri.
Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah mengapa yang dijadikan perumpamaan adalah rumah laba-laba atau sarang laba-laba? Setelah diteliliti ternyata jaring laba-laba memiliki keelastisan yang cukup baik dibandingkan dengan bahan lain. Penemuan ini bisa dikembangkan lagi. Dengan rasa keingintahuan yang tinggi dan kemauan untuk melakukan pengembangan dengan serius, dapat dipastikan akan ada lagi hal-hal lain yang menarik dari ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Mencipta. Wallahu a’lamu bi al-shawaab.
Oleh: M. Faiz Mubarok

