Site icon Baladena.ID

Rehabilitasi Pecandu Narkoba Butuh Kesungguhan

Baladena.ID

Banyak orang, terutama pengguna narkoba, beranggapan bahwa narkoba mampu  meningkatkan semangat dan rasa senang. Selain itu, juga dapat membawa peminum untuk berhalusinasi sehingga bisa melupakan semua persoalan dan seolah melayang-layang di atas awan dengan tanpa membawa sedikit beban kehidupan. Inilah yang kemudian disebut sebagai penyalahgunaan narkoba.

Namun, di sisi lain, sesungguhnya narkoba lebih banyak dampak negatifnya dibanding dampak positif. Banyak hal yang tidak diinginkan terjadi, terutama pada anak sekolah. Sebut saja penurunan prestasi, bolos sekolah, lebih sering mengurung diri dan terjadi perubahan drastis dalam bersosialisasi dengan teman dan keluarga. Ini diantara sekian banyak dampak negatif penyalahgunaan narkoba oleh anak sekolah.

Narkoba tidak asing dengan kata mematikan. Banyak yang sudah mengetahui dampak yang akan ditimbulkan jika mengonsumsi atau menyalahgunakan barang haram tersebut. Namun, fakta lapangan menyebutkan bahwa, hanya sedikit yang bisa menghentikan kebiasaan unfaedah seperti menyalahgunakan narkoba.

Penyalahgunaan narkoba adalah salah satu permasalahan yang menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak. Penyalahgunaan narkoba sering terjadi karena adanya rasa coba-coba, juga dalam  lingkungan pergaulan. Semakin lama pemakaian tersebut, maka risiko kecanduannya pun  semakin tinggi. Sehingga jika terus dilanjutkan dan dilakukan, maka dosis yang digunakan juga akan semakin besar. Akhirnya pun ia ketagihan.

Penggunaan Narkoba di Kalangan Artis

Artis adalah mereka yang mempunyau tingkat kesibukan  yang sangat tinggi. Pindah dari satu studio televisi ke studio yang lain merupakan hal lumrah dan konsekuensi menjadi artis. Semua dilakukan hanya untuk memenuhi karir yang sudah didapat. Belum lagi jika ada acara tambahan yang banyak diisi oleh mereka. Tentunya dengan kondisi kesibukan yang luar biasa itu, mereka membutuhkan sesuatu yang dapat membantu keadaan fisiknya. Pada titik inilah, banyak artis yang ‘lari’ ke barang haram seperti narkoba untuk sekedar menjadi penghilang rasa capek dan stamina tubuh yang mulai loyo.

Banyak sekali artis yang tertangkap karena pemakaian  sabu. Jenis stimulan ini dianggap mempunyai efek untuk memberikan rasa bahagia dan semangat yang berlebihan. Sehingga pemakaian yang berlebihan tersebut mengakibatkan dampak buruk yang terjadi pada mereka. Sebut saja mereka menjadi tidak tenang, susah untuk rileks dan tidak bisa tidur.

Tingginya jumlah pengguna obat terlarang yang dimasukkan ke dalam penjara dipandang sebagai sebuah kesalahan besar yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Seharusnya setiap individu yang menyalahgunakan narkoba ditangkap untuk dilakukan rehabilitasi. Namun, nyatanya kebanyakan dari para penyalahguna narkoba justru dimasukkan ke dalam penjara setelah mereka ditangkap, tanpa ada rehabilitasi sama sekali.

Penanganan untuk mengatasi dampak penyalahgunaan narkoba, perlu melibatkan lingkungan sosial dan dukungan moral dari orang terdekat dan orang di sekitarnya. Tidak jarang pecandu narkoba dapat kembali beraktifitas normal dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Perlu Langkah Serius

Seharusnya rehabilitasi untuk mengurangi dan mengatasi penyalahgunaan narkoba yang berlebihan sangatlah penting. Karena dengan menangkap dan menjebloskan ke penjara bukanlah tempat terbaik. Penyakit dari para penyalahguna narkoba harus segera dicegah, maka dari itu dapat dijamin melalui cara direhabilitasi. Hal itu akan sama saja jika dipenjara tanpa adanya penanganan yang khusus pada dirinya. Jika tidak direhabilitasi, penyalahguna narkoba tidak dapat berhenti mengonsumi dan terus tergantung dengan narkoba yang telah tersebarluas.

Semakin hari penggunaan narkoba di Indonesia terus meningkat. Seperti yang terjadi di beberapa kota besar, pada umumnya 50-60 persen penghuni lapas (Lembaga pemasyarakatan) adalah pengguna narkoba. Sehingga rehabilitasi diharapkan menjadi salah satu jalan untuk mengurangi angka pengguna narkoba yang terus menerus meningkat tersebut. Serta dapat mengurangi beban lapas yang tinggi. Rehabilitasi menjadi penting dilakukan karena kapasitas yang tidak memadai untuk menampung pengguna narkoba. Sementara pengguna narkoba di Indonesia diperkirakan menyentuh angka 5 juta orang.

Inilah penyebab-penyebab rehabilitasi pada pecandu ataupun pemakaian narkoba butuh kesungguhan. Selama menjalankan rehabilitasi, pengguna narkoba akan dibantu menyelesaikan masalah yang dia hadapi, agar tidak terpikirkan lagi untuk kembali menjadi pemakai. Tidak sedikit pula yang menginginkan agar orang-orang yang terjerat masalah narkoba dan sejenisnya dijebloskan ke penjara. Mereka yang dipenjara kemungkinan masih bisa memakai dengan dosis yang lebih besar.

Yang  perlu dipahami, proses  melepaskan diri dari narkoba untuk penggunanya tidaklah mudah. Selain menjalani rehabilitasi narkoba, mereka juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat agar dapat kembali menjalani hidup sehat tanpa narkoba. Wallahu a’lam bil-ashawaab.

Exit mobile version