Virus covid-19 atau disebut juga corona merupakan virus yang datang pada akhir tahun 2019 di wuhan, China. Virus ini meluas dan menjadi pandemik bagi seluruh dunia, terhitung ribuan orang terkena vius ini dari berbagai Negara termasauk di Indonesia. Seluruh aparat dan tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam kasus ini, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencegah penyebaran virus ini.
Pemerintah juga mengeluarkan himbauan untuk menjaga jarak dengan orang lain, mengurangi aktifitas yang mengundang banyak orang dan tetap di dalam rumah, melakukan aktifitas dirumah seperti bekerja dan belajar dan yang lainnya. Himbauan inilah yang sekarang menjadi polemik sebagian masyarakat khususnya dalam sektor pendidikan, yang mengharuskan peserta didik melakukan pembelajaran di rumah.
Penggunaan pembelajaran E-Learning sekarang marak digunakan mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, dimana pembelajaran ini praktis karena tidak perlu tatap muka secara langsung walaupun begitu dalam pembelajaran tersebut banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat serta peserta didik.
Pembelajaran e-learning atau disebut juga daring (dalam jaringan ) ini di maksudkan untuk memudahkan dalam melakukan pembelajaran, pemberian materi atau tugas. Sehingga guru atau pengajar dimudahkan dalam pemberian materi dan tugas dalam keadaan tidak bisa bertatap muka seperti pada masa sekarang.
Banyak masyarakat yang setuju dalam penggunaan pembelajaran ini walaupun tidak sedikit juga yang menolaknya, sehingga menuai berbagai pro dan kontra. Apakah alasan yang mandasari orang yang pro dengan pembelajaran e-learning dan alasan orang yang kontra dengan pembelajaran e-learning.
Sekarang kita lihat dari segi manfaat untuk pembelajaran e-learning, dalam tahun ini atau pada masa revolusi industri 4.0 kita akan mengenal teknologi yang berbasis internet, semua kegiatan manusia tidak terlepas dari teknologi dan internet, dari sisi ekonomi, kita akan menjumpai berbagai produk yang di tawarkan penjual kepada pembeli, jasa antar jemput hingga pembayaran secara online. Dalam segi pendidikan juga terpengaruh dengan revolusi Industri 4.0, dari mulai mengakses sumber belajar, mengupload tugas hingga bimbingan belajarpun sekarang tersedia dalam bentuk aplikasi, kemudahan-kemudahan ini yang kemudian harus dimanfaatkan oleh para pendidik dan peserta didik.
Tenaga pendidik atau guru sekarang juga dituntut untuk menguasai teknologi, karena media untuk pembelajaran sangat mudah di gunakan dan praktis. Dan semakin canggih teknologi maka akan memudahkan siswa dalam memahami pelajaran tersebut, dampak positif dari teknologi ini juga melatih siswa untuk belajar mandiri, sumber-sumber pembelajaran yang sangat banyak dan juga praktis, tanpa harus membawa buku-buku yang berat.
Keefisien juga di pertimbangkan, dalam pembelajaran online kita tidak perlu pergi jauh-jauh untuk belajar, cukup dirumah dengan jaringan yang memadai, maka peserta didik dapat mengakses apa yang di butuhkan, dana yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar, dapat dijangkau disemua kalangan.
Revolusi industria 4.0 memang sangat berpengaruh dalam sektor pendidikan, memudahkan dan memberikan alternatif pada pembelajaran peserta didik. Namun, kemudahan dan kecanggihan ini pasti mempunyai kekurangan dan tidak menampikkan terjadinya masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, sehingga tidak sedikit orang yang menolak dan kurang berapreasi terhadapa kecanggihan teknologi ini.
Beberapa kendala dalam pembelajaran e-learning adalah keterbatasan jaringan di suatu wilayah, kita tidak memungkiri bahwa beberapa daerah memang tidak di fasilitasi dengan jangkauan jaringan internet, terlebih lagi daerah-daerah yang masih tertinggal dan juga daerah-daerah yang kurang pasokan listriknya. Kendala tersebut mungkin menjadi kendala utama dalam penyebaran jaringan internet.
Suasana dalam menghadapi covid-19 juga peserta didik diharuskan pulang dan belajar di rumah masing-masing, namun ketika rumah tersebut terletak di daerah dengan keterbatasan jaringan, maka bagaimana nasib peserta didik tersebut? Yang haknya tidak terpenuhi dalam mendapatkan memadai? Inilah yang menjadi PR bagi para tenaga pendidik dalam menyampaikan pembelajarannya. Media pembelajaran juga harus di sesuaikan dengan kondisi para peserta didik.
Selain itu, kendala dalam pembelajaran e-learning yang kurang efektif dan terkadang membingungkan. Juga jika dalam class maka kurang kondusif, karena pendidik tidak bisa mengontrol kelas dengan baik, sehingga banyak peserta didik yang kurang antusias, dan mungkin bisa jadi menyepelekan pelajaran yang diberikan pendidik.
Dampak lain yang ditimbulkan oleh pembelajaran e-learning adalah kurangnya interaksi sosial, dengan keluarga atau lingkungan sekitar. Sehari-hari hanya terpaku dengan telfon genggamnya dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial sehingga ketika kurangnya interaksi sosial di dalam keluarga maupun lingkungan kita tidak bisa dikatakan manusia seutuhnya.
Pembelajaran e-learning memang menjadi trend topik pada saat ini, sehingga harus di sikapi oleh para pendidik dan juga harus di barengi dengan antusias dan dapat diimplementasikan oleh para peserta didik, sehingga dapat terwujudnya keseimbangan yang menjadikan pembelajaran e-learning menyenangkan dan tidak dijadikan beban masalah dalam dunia pendidikan.
Kutipan dari kata-kata IbnuKhaldun bahwasanya Ilmu hanya dapat maju apabila masyarakat berkembang dan berperadapan. Kutipan ini merupakan sebuah seruan keras untuk manusia agar terus mengkaji dan mengembangkan ilmu, dan masyarakat yang berkembang artinya masyarakat yang mau dan mampu dalam mengikuti perubahan zaman, dan menerima teknologi. Maka dari itu, mari kita semua menyeimbangkan antara teknologi dan sosial sehingga peradapan dan keilmuan Indonesia akan meningkat.
Oleh: Kurnia Pangesti Avesiana, Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kaguruan UIN Walisongo Semarang, Santri di Pondok Pesantren Ibnu Hajar, Kepala Bidang Riset pengembangan Keilmuan IMM Al-Faruqi

