Site icon Baladena.ID

Planet Nufo Wajibkan Santri Pelihara Domba

Sekolah Alam Planet Nurul Furqon atau yang lebih dikenal dengan Planet NUFO memiliki tekad besar untuk melahirkan tidak hanya kader ulama’, tetapi juga pengusaha. Tekad itu diwujudkan dengan memberikan bimbingan super intensif dengan rasio guru:murid sangat besar, yakni 1:4. Dengan rasio itu, murid benar-benar diperhatikan secara personal. Semua gurunya pun berpendidikan pascasarjana. Dan untuk mengajarkan wirausaha, anak-anak usia SMP dan SMU di sana dilatih untuk bertani dan beternak. Di antara yang menjadi pilihan utama adalah beternak domba. Menginjakkan kaki di halaman Planet NUFO, kita akan bisa langsung melihat kandang-kandang domba berjajar rapi di lahan yang juga perkebunan jati di sebrangnya.

Domba menjadi pilihan dengan argumen ideologis dan praktis pragmatis sekaligus. “Secara ideologis, Nabi Muhammad pernah menyebut bahwa semua nabi adalah penggembala kambing. Beliau juga menyebut bahwa harta terbaik di akhir zaman adalah domba yang digembalakan di lembah-lembah. Dari sini, para murid bisa belajar kepemimpinan sebagaimana dialami oleh para nabi. Alasan praktis pragmatisnya adalah domba bisa jadi latihan untuk para murid berwirausaha dengan pola integrasi dengan pertanian. Kotoran domba langsung difermentasi dan dalam waktu tidak sampai sebulan bisa digunakan untuk memupuk green house Planet NUFO. Dari green house ini kami menghasilkan sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan makan setiap hari.” tutur Ustadzah Sholihah, guru tahfidh yang baru menyelesaikan S2nya di UIN Semarang.

“Semua murid, baik dari keluarga prasejahtera maupun kaya, kami arahkan untuk memelihara domba. Dalam hitungan berdasarkan kami, dimulai dengan dua tiga ekor domba, dalam tiga tahun, mereka sudah akan punya belasan domba. Kalau enam tahun di sini, sudah jadi ratusan. Dengan ini, mereka akan bisa kuliah di kampus mana pun yang diinginkan, walaupun tanpa dukungan orang tua.” imbuh Abdul Rozaq, Kepala Sekolah Planet NUFO yang sehari-hari juga mengurusi kolam bioflog yang berisi lele dumbo. Lalu dari mana domba-domba itu didapatkan? “Murid yang dari keluarga sejahtera, kami mintakan kepada orang tua untuk memfasilitasi. Sedangkan yang berasal dari keluarga pra sejahtera kami fasilitasi dengan domba gaduhan teman-teman dan kolega kami yang ikut berinvestasi. Ada juga yang memberikan domba kepada kami untuk dijadikan wakaf produktif. ” tambahnya.

Para santri nampak sangat menikmati aktivitas menggembala setiap habis ashr. Mereka menggiring domba-domba mereka ke area penggembalaan, lalu menunggui domba yang sedang merumput itu dengan membaca buku atau sima’an al-Qur’an. Mereka dilatih untuk memanfaatkan waktu dengan efektif dan efisien diantaranya dengan mengerjakan dua atau lebih aktivitas/pekerjaan dalam waktu yang sama.

Exit mobile version