Pandemi Covid-19 tidak menghalangi Planet NUFO menyelenggarakan pemotongan hewan kurban. Hanya saja, penyelenggaraannya akan berbeda dengan yang sebelumnya, karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan.
“Sampai saat ini sudah ada seekor sapi dan beberapa ekor kambing kurban yang berasal dari wali murid dan juga pihak-pihak lain yang memberikan kepercayaan kepada sekolah dan pesantren kami”, terang Ustadzah Ummi Solihah, S.Ag., M.Ag. salah satu guru dan sekaligus Ketua Panitia Penyelenggaraan Kurban Sekolah Alam Planet NUFO yang terletak di sebelah timur Desa Mlagen, Pamotan, Rembang itu.
Panitia telah merencanakan pembagian daging kurban kepada warga sekitar yang secara ekonomi masih banyak berada di bawah garis kemiskinan. Tidak menutup kemungkinan juga ke desa-desa sekitar jika memang masih tersedia. Sebab, tidak jauh dari Desa Mlagen terdapat desa yang di dalamnya terdapat tidak sedikit masyarakat yang perlu mendapatkan sentuhan dakwah bil hal, dengan cara memberikan santunan, di antaranya memberikan daging hewan kurban.
“Karena berasal dari kandang sendiri, kami tahu pakan hewan-hewan kami, sehingga bisa menjamin kualitas daging yang akan kami distribusikan. Kami terus mengajak kepada umat Islam di mana pun, untuk turut serta berkurban dalam program kami, agar makin banyak umat dari golongan lemah bisa mendapat asupan protein, yang mungkin hanya setahun sekali”, pungkas guru asal Ngawi yang baru saja lulus dari Pascasarjana UIN Semarang itu.
Adapun hewan kurban berasal dari peternakan Planet NUFO sendiri yang juga dijual kepada siapa pun yang ingin berkurban dengan harga bervariasi mulai Rp. 2.750.000 sampai 3.500.000. Jika ingin berperan serta dalam kurban ini, bisa hubungi nomor kontak Sekolah Alam Planet NUFO +62813-9031-4446.

