Planet Nufo sejak awal didirikan bertekad untuk menjadi lembaga yang mandiri baik secara intelektual maupun finansial. Karena itu penguatan kajian dan amal usaha terus dilakukan, baik dengan cara melakukan kreasi maupun inovasi.
Setelah sukses mewujudkan swasembada sayur mayur, untuk memperpanjang rantai integrasi dengan peternakan domba, Planet NUFO juga melakukan budidaya magot lalat tentara hitam. Dengan melakukan budidaya magot itu, kotoran hewan yang sebelumnya langsung dijadikan sebagai pupuk dengan terlebih dahulu difermentasi, kini dijadikan sebagai media budidaya magot. Dengan demikian, hasilnya akan jadi lebih ekonomis. Sebab, dengan budidaya magot Planet NUFO akan bisa memelihara hewan unggas yang akan diambil daging dan/atau telurnya, seperti itik, ayam, dan burung puyuh. Juga berbagai jenis ikan, di antaranya lele, nila, nila kakap, dan gabus.
Pupuk akan tetap tercukup dengan kualitas yang lebih baik dari kasgot alias bekas magot. Bekas magot ini digunakan untuk memupuk berbagai tanaman yang ada di Planet NUFO, di antaranya pisang, anggur, tin, dll.
Dengan adanya budidaya magot ini, keekonomian usaha menjadi lebih baik. Dan yang pasti makin banyak santri yang akan memiliki keterampilan dalam berwirausaha. Keterampilan ini diperlukan agar para santri nantinya siap menjadi insan yang bermanfaat dengan tidak hanya ilmu, tetapi juga harta. Jargon berilmu, berharta, dan berkuasa yang selalu diteriakkan oleh para santri/murid Planet NUFO akan makin dekat dengan kenyataan.
Mentor budidaya magot lalat tentara hitam ini adalah Mahfud Amrullah dan Singgih Pratama. Keduanya adalah mahasiswa UIN Semarang dan sekaligus mahasantri di Monash Institute Semarang asal Grobogan Jateng dan Kuningan Jabar. Keduanya mendapat tugas dari pengasuh Monash Institute dan Planet NUFO, Dr. Mohammad Nasih untuk memastikan seluruh santri memiliki keterampilan hidup di atas rata-rata.
Bahkan sudah mulai dirintis dengan melakukan uji coba media magot dengan menggunakan kotoran BAB para santri. “Jika yang ini berhasil, tidak akan ada lagi sampah yang jadi masalah. Bahkan sampah akan jadi berkah. Sebab, ia bisa diolah menjadi media untuk magot yang sangat diperlukan untuk bahan pakan hewan-hewan peliharaan para santri di Planet NUFO”, tegas pria yang juga pengajar ilmu politik di FISIP UMJ dan Pascasarjana Ilmu Politik UI itu. *

