Site icon Baladena.ID

PIKNIK GRATIS KE RUMAH TOKOH MUHAMMADIYAH-NU

Pendiri NU dan MU

Perbedaan afiliasi kepada ormas Muhammadiyah-NU yang dalam praktek keseharian sering nampak pada qunut dan tidak qunut, tahlil dan tidak tahlil, dan semacamnya, seringkali masih menimbulkan disharmoni, bahkan konflik. Padahal, untuk memacu kemajuan, persatuan ummat adalah prasyarat mutlak. Karena itu, Monash Institute Semarang mengadakan program pencerahan dan persatuan ummat dalam serangkaian piknik. Di antara titik tujuan piknik itu adalah rumah sepasang suami istri yang juga adalah aktivis NU dan Muhammadiyah, yaitu Prof. Dr. Ibnu Hajar dan Dr. Ummul Baroroh. Prof. Ibnu adalah pengurus mustasyar NU Jawa Tengah. Sedangkan istrinya, Dr. Ummul adalah Ketua PW Aisyiah Muhammadiyah Jawa Tengah. Keduanya adalah dosen UIN Semarang.

Para peserta akan diajak untuk menyaksikan secara langsung bahwa perbedaan organisasi sosial keagamaan sama sekali bukan alasan untuk tidak menjalin persatuan. Yang seharusnya dilakukan bahkan bukan berlomba dalam kebaikan, melainkan saling tolong untuk melakukan kebajikan dan takwa.

Penyelenggara program ini para mahasantri di Monash Institute yang telah merasakan manfaat sinergi dalam kehidupan sehari-hari. “Ummat harus diberi wawasan yang benar dalam menyikapi perbedaan. Selama ini mereka diadu-domba atau dibentur-benturkan hanya demi membangun dan memperbesar pengaruh dalam masyarakat”, kata Suudut Tashdiq yang menjadi salah satu panitia pengarah dan juga Katib Syuriah PCI NU Tiongkok. “Untuk ummat yang berkemajuan benar-benar terwujud, tidak cukup hanya dengan kerjasama di antara kita. Perbedaan bahkan memungkinkan kita untuk sinergi. Sayangnya, selama ini, ummat di level bawah sering disulut dengan isu-isu yang tidak substansial, tidak mencerahkan, bahkan cenderung membodohkan. Kami ingin semua ini berakhir” imbuh Irfan Jamalul Lail atau sering disapa Bang IJE yang juga panitia pengarah dari unsur aktivis Muhammadiyah.

Agenda piknik ini akan diagendakan secara periodik dan berkala. “Mengingat ini masih keadaan gawat Covid-19, pesertanya akan kita ajak piknik, setiap kloter maksimal 6 orang. Jika setiap pekan bisa kita jalankan, maka dalam setahun akan ada ratusan orang bisa keluar dari kaca mata kuda fanatisme”, pungkas Mokhamad Abdul Aziz, Direktur Eksekutif Monash Institute Semarang.

Siapa saja yang menginginkan menjadi peserta piknik tambahan wawasan ini, bisa mendaftarkan langsung kontak ke no HP: +62857-1100-4404.

Exit mobile version