DEMAK – Masyarakat Desa Ngemplak, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak bersama-sama menyambut tahun baru Islam 1445 H dan 10 Muharram dengan pengajian umum dan santunan anak yatim, Jumat (28/7).
Kyai Ali Maksun, selaku Pengasuh Pondok Pesantren di Desa Ngemplak juga menambahkan bahwa kegiatan santunan anak yatim piatu di Desa Ngemplak diadakan 2 kali dalam satu tahun, yaitu pada tanggal 10 Muharram dan saat kegiatan buka bersama di bulan Ramadhan.
Pelaksanaan kegiatan ini dibantu oleh Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 133. Ketua Panitia Santunan Nashrur Rohim, menginformasikan bahwa pada tahun ini, terdapat 44 anak yatim yang mendapatkan santunan dari masyarakat Desa Ngemplak.
“Harapan saya semoga jumlah santunan yatim piatu sejumlah 44 anak ini tahun depan tidak bertambah yang artinya warga desa ngemplak selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” jelansya.
Pada kesempatan kali ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 133 juga turut berpartisipasi dalam penggalangan donasi santunan anak yatim yang disebarkan melalui platform Instagram dan media sosial lainnya.
“Semoga dengan adanya donasi dari kami dapat bermanfaat untuk adik-adik yatim piatu. Karena, kami sadar bahwa sebagian harta yang kami miliki terdapat hak anak yatim piatu,” Airin Agasilva, salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 133.
Pengajian umum kali ini diisi oleh KH. Rofi’i al Hafidz dari Grobogan. Dalam kajiannya, disampaikan istilah hari Asyura.
“Istilah ini berasal dari kata ‘asyr yang dalam bahasa Arab berarti sepuluh. Artinya, Asyura adalah hari kesepuluh bulan Muharram penanggalan kalender Hijriyah,” katanya.
Selain itu, KH. Rofi’i al Hafidz menjelaskan ada beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi di hari ke-10 bulan Muharram.
“Di tanggal 10 Muharram juga ada peristiwa penting. Pertama, diterimanya taubat Nabi Adam ‘alaihissalam. Kedua, naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh ‘alaihissalam dengan bukit Judi setelah banjir besar, serta turunnya ke muka bumi setelah banjir bandang. Ketiga, selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari api yang membakarnya oleh Raja Namrud, dan masih ada peristiwa lainnya”, tuturnya.
Kegiatan pengajian umum dan santunan anak yatim ditutup dengan doa bersama dan asyroqol yang dipimpin oleh KH. Rofi’i Al-Hafidz.

