Perempuan merupakan makhluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi manusia yang pantas menerima rasa cinta dan rasa hormat. Secara holistik, ada 4 peran perempuan yang dapat dijadikan rujukan dan sumber pengetahuan yaitu sebagai putri, ibu, istri, dan anggota masyarakat. Bagi perempuan, semua peran tersebut penting dan sudah pasti akan teraktualisasi. Sebagai seorang putri, kita tidak bisa meminta akan menjadi putri dari rahim siapa tetapi kita bisa mengusahakan untuk menjadi putri bangsa yang bagaimana. Begitu pun ibu, tidak bisa memilih untuk melahirkan siapa, tetapi ia bisa mengusahakan untuk menjadi ibu yang akan memberikan masa depan yang baik.
Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai perempuan. Namun, menjadi seorang ibu adalah peran perempuan yang paling penting. Melahirkan adalah salah satu kodrat perempuan yang tidak bisa dan tidak akan pernah dapat dilakukan oleh laki-laki. Semua orang bisa menjadi pemimpin, semua orang bisa bekerja keras untuk mencapai impiannya dan semua orang bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi hanya seorang ibulah yang bisa mengandung, melahirkan, dan menyusui demi anak yang dilahirkannya. Sehingga tanpa ibu, tidak ada orang-orang hebat di dunia ini.
Slogan “kasih ibu sepanjang masa” sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Lirik lagu yang sering dinyanyikan pada masa kanak-kanak mengingatkan kita betapa pentingnya sosok ibu dalam hidup kita. Sejak masa kandungan hingga melahirkan dan menyusui, ibu rela mempertaruhkan diri bahkan nyawanya sekalipun demi hadirnya putra putri tercinta. Menjadi seorang ibu bukanlah suatu hal yang mudah, ia akan terus berjalan dan tidak berhenti karena ia masih membutuhkan dedikasi secara sempurna untuk menjadi seorang ibu yang baik.
Seorang perempuan, yang kelak akan menjadi seorang ibu pasti menginginkan keturunan yang baik. Baik dari segi moral, kesehatan, pendidikan, keuangan, dan sebagainya. Pada dasarnya, seorang ibu sangat berpengaruh terhadap generasi penerus bangsa. Di sisi lain, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam mencetak penerus yang baik. Namun, kenyataannya masih banyak perempuan yang belum memahami betapa pentingnya kesehatan gizi bagi keturunannya kelak. Padahal kesehatan gizi akan menjadi tolak ukur dan sangat mempengaruhi kepada perkembangan anak, yang nanti dijanjikan akan menjadi generasi penerus bangsa suatu Negara.
Menurut World Health Organization (WHO), angka kematian ibu (AKI) Indonesia masih menjadi problematika kelahiran tertinggi di ASEAN. Terhitung sejak tahun 2011, yaitu 228/100.000 kelahiran hidup, hingga tahun 2022 angka kematian ibu semakin meningkat. Sebut saja sudah menjadi problematika yang tidak dapat teratasi. Berdasarkan hasil penelitian, angka kematian ibu disebabkan oleh pendaharan dan pre-eclampsia, yaitu komplikasi kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Hal ini sangat erat kaitannya dengan gizi buruk yang tidak seimbang dan implikasinya dapat mempengaruhi kepada keadaan sang ibu dan anak yang akan dilahirkannya.
Perlu diyakini bahwa pemenuhan gizi yang baik sangat penting bagi perempuan yang kelak akan menjadi ibu dan menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas. Tidak hanya kesehatan, ada faktor lain yang sangat mempengaruhi dan sama-sama penting yaitu faktor ekonomi, politik dan sosial. Ekonomi yang tidak mendukung dapat mempengaruhi kemerosotan gizi baik dan tidak seimbang.
Perlu kita tahu bahwa ibu yang kurang gizi dapat mempengaruhi dan berisiko tinggi pada kelemahan IQ dan kecerdasan seorang anak. Sebab, ibu yang kurang gizi akan menghasilkan anak yang kurang gizi pula. Pentingnya kesehatan gizi yang baik tidak hanya untuk kebaikan fisik saja, tetapi juga meningkatkan kecerdasan, perkembangan otak, perkembangan sikap kognitif dan motorik, sehingga tumbuh kembang anak dapat terjadi secara optimal dan kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.
Oleh sebab itu, sebagai perempuan generasi penerus bangsa mulailah menjaga kesehatan gizi sejak dini, tidak hanya ketika sedang mengandung dan telah memiliki anak. Namun, kita perlu mempersiapkannya jauh sebelum hal itu terjadi, agar persiapan terhadap tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting dapat teratasi. Kita tidak mengetahui akan berhadapan dengan masa depan yang bagaimana, tetapi kita bisa menjaga untuk mengoptimalkan masa depan yang baik. Semoga para perempuan bisa menjadi generasi penerus bangsa yang diimpikan dan kelak bisa mencetak generasi yang cerdas dan berkualitas. Wallahu a’lam bil as-shawwaab

