Banyak asumsi yang mengatakan bahwa “Ngapain sih sekolah tinggi-tinggi, toh nanti juga akhirnya di dapur”. Kalimat tersebut sudah tidak asing lagi di telinga para perempuan. Sering kali statement negatif tertuju pada perempuan, dan memang sudah menjadi kebiasaan akan hal tersebut.
Padahal pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia. Dengan adanya pendidikan, manusia bisa menggunakan akal dan pikiran untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Perempuan dalam ranah pendidikan tentunya sangat memiliki peranan penting. Kenapa? Karena dari rahim seorang perempuan akan lahir penerus bangsa. Bahkan bayi ketika di dalam rahim sang ibu dapat merekam, meniru, menelaah apa saja yang menjadi kebiasaan maupun perkataan seorang ibu. Jadi, bisa di bayangkan jika perempuan tidak memiliki bekal dalam pendidikan yang mumpuni maka akan banyak kemungkinan yang terjadi. Pendidikan bagi seorang perempuan tidak hanya di dapat dari sebuah instansi resmi seperti sekolah atau Universitas. Tetapi tanamkan dalam mindset bahwa semua tempat adalah ruang untuk menimba ilmu.
Perempuan sebagai madarasah pertama bagi anak-anaknya. Bagaimana seorang ibu mendidik anaknya dari buaian pasti akan berpengaruh sampai anak besar nanti. Dalam pandangan islam, laki-laki dan perempuan sama-sama di perintahkan untuk menuntut ilmu. Perempuan yang berpendidikan tinggi jelas mempunyai perspektif berbeda ketika berumah tangga, hal seperti ini juga berlaku pada seorang laki-laki.
Pembelajaran di perguruan tinggi jika dilakukan dengan sunguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu, bukan hanya sekedar mengejar gelar sarjana saja, namun dapat juga menurunkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Perlu diketahui juga belajar itu bukan hanya soal menambah ilmu, tapi membentuk pola pikir.
Jadi, jika mengatakan bahwa sekolah tinggi bagi perempuan tidak berguna, itu salah besar. Cara berpikir perempuan nantinya akan terbentuk, yang mana akan terimplementasikan juga ketika mendidik anak secara tidak langsung. Seorang perempuan boleh saja memilih untuk tidak bekerja, tetapi minimal mempunyai bekal pendidikan akademis yang baik agar dapat menjadi opsi untuk bekerja dan mandiri jika situasi memerlukan.

