Pendidikan menjadi salah satu hal yang penting bagi setiap kalangan, terutama bagi perempuan. Sehingga perempuan dan pendidikan menjadi dua hal yang sangat besar kaitannya dan menjadi sebuah persoalan yang menarik untuk di perbincangkan. Padahal, sejak dahulu emansipasi wanita sudah dikumandangkan oleh Pahlawan Nasional Perempuan, Raden Adjeng Kartini dengan besar harapan membuat perubahan yang baik untuk perempuan. Namun, mengapa kenyataannya justru berbeda? Saat ini, perempuan masih memiliki banyak hambatan yang harus dihadapi sehingga sulit mendapatkan yang terbaik, salah satunya dibidang pendidikan.
Sangat disayangkan sekali, banyak yang berasumsi bahwa perempuan memiliki tingkat kesadaran yang rendah akan pendidikan. Sehingga mereka masih beranggapan bahwa seorang perempuan tidak penting untuk sekolah atau kuliah tinggi-tinggi, dengan menamatkan SMA lalu menikah dan memiliki anak saja sudah cukup untuk mengaplikasikan peranan penting seorang perempuan. Saat ini, hampir semua lembaga pendidikan memberikan hal yang sama untuk perempuan agar dapat memperoleh pendidikan, tidak hanya untuk laki-laki saja. Namun, hanya sedikit yang mau melakukannya.
Banyak alasan yang dengan sengaja terucap dari kalangan perempuan bahwa perempuan itu pada akhirnya akan menjadi ibu rumah tangga dan hanya mengurus pekerjaan di rumah. Hal ini menjadi alasan bahwa perempuan tidak penting untuk memperoleh pendidikan yang tinggi. Peran perempuan dalam keluarga adalah sebagai anak bagi orang tuanya, sebagai istri bagi suaminya dan sebagai ibu bagi anak-anaknya, di mana dalam mengurus dan merancang masa depan anak dan keluarga ibu memiliki peran yang sangat penting. Bukankah setiap perempuan menginginkan keturunan yang lahir dari seorang ibu yang cerdas? Seorang laki-laki akan menjadi suami untuk istrinya dan menjadi ayah bagi anak-anaknya kelak, dengan memberikan nafkah sebagai tanggung jawabnya menjadi seorang ayah. Sedangkan perempuan akan melakukan banyak hal lain yang tidak mungkin dan tidak bisa dilakukan oleh laki-laki, sebut saja mengandung, melahirkan, dan menyusui.
Seiring berkembangnya zaman, baik perempuan karir ataupun perempuan yang menjadi ibu rumah tangga harus siap dalam menghadapi perubahan perkembangan zaman dan teknologi. Ia juga ikut berkecimpung ke dalam suatu perkumpulan yang membuatnya tidak akan ketinggalan informasi dan tetap update dengan keadaan lingkungan yang sedang terjadi. Dengan hal ini, perempuan diharuskan untuk memiliki kemampuan yang berkembang dari waktu ke waktu. Sehingga perempuan akan lebih siap jika suatu saat mengalami perkembangan zaman dan teknologi yang lebih maju.
Ibu rumah tangga yang tidak memiliki pengetahuan yang baik dan tidak bisa mengimbangi dengan perkembangan teknologi, ia pasti akan mengalami kesulitan dalam mengontrol anak-anaknya. Sebut saja jika anaknya akan melanjutkan sekolah yang saat ini layanan administrasi dan lain-lain sering berhubungan dan dilakukan secara daring, ia akan merasakan kesulitan untuk melakukannya dan tidak ada respon yang cepat sehingga anaknya mengalami kelambatan dalam memulai pendidikan. Padahal, seorang ibu seharusnya menjadi pelopor dan contoh bagi anak-anaknya. Hal ini juga menjadi kendala bagi si anak, anak tersebut harus mengikuti perkembangan zaman tersebut tanpa pengawasan dari ibunya sendiri. Tentu hal ini karena ibunya yang tidak paham dengan hal tersebut sehingga masa depan anak pun tidak tersusun dengan baik.
Menjadi perempuan karir yang sudah memiliki pekerjaan dengan jabatan yang tinggi merasa bahwa pendidikan sudah tidak lagi penting. Dengan anggapan untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika sekarang pun ia sudah memiliki pekerjaan yang mencukupi kehidupannya. Saat ini, zaman sudah berkembang, sudah banyak peluang untuk perempuan memperoleh pekerjaan. Namun dengan memiliki pendidikan yang baik ia akan menjadi perempuan yang lebih baik dengan kerja cerdasnya.
Banyak kejadian seorang bos atau manajer memperkosa karyawannya sehingga perempuan tersebut menikah dalam usia muda. Hanya karena tergiur oleh jabatan dan harta, perempuan tersebut rela menjual harga dirinya dengan harga yang begitu murah. Ini menjadi salah satu contoh ia tidak memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas. Jika ia memiliki hal tersebut, ia tidak akan mungkin melakukan hal bodoh yang akan merendahkan harga dirinya dan merusak impian indah masa depannya.
Pendidikan bukan menjadi hal yang penting untuk didapatkan, ini pendapat dari kebanyakan perempuan yang lebih memilih untuk berkarir dan berumah tangga terlebih dahulu. Padahal perempuan juga memiliki peranan penting dalam mengurus rumah tangga, sehingga dengan memiliki pendidikan yang tinggi tersebut bisa menjadi pemicu dan pegangan dalam keluarga. Zaman juga tidak selamanya seperti yang kita rasakan saat ini, akan ada saatnya ia berkembang dan kita sebagai bagian di dalamnya harus bisa ikut andil dalam perkembangannya.

