Site icon Baladena.ID

Perbedaan Jerami dan Hijauan Pakan Ternak

Apakah kalian pernah menonton anime bajak laut One Piece? Kalau iya, pasti tidak asing dengan Sang tokoh utama yang bernama Luffy atau kerap dipanggil dengan julukan ‘Si Topi Jerami’ karena aksesoris yang terletak di atas kepalanya. Walaupun terkenal akan kemampuan anggota tubuhnya yang dapat melar seperti karet, penampilan Luffy tetap memang nyentrik dengan hiasan topi dari jerami yang melingkar di kepalanya. Dalem dunia peternakan, jerami biasanya digunakan untuk pakan ternak lho selain hijauan pakan. Apa sih bedanya hijauan pakan dan jerami?

Pakan merupakan kebutuhan primer bagi ternak seperti sapi, kerbau, domba, dan kambing. Pakan ternak secara umum dapat diberikan dalam bentuk jerami dan hijauan pakan. Hijauan dan jerami merupakan dua hal yang berbeda, lho. Mungkin karena diksi dan visual yang digunakan selama ini melalui film, majalah, atau bahkan buku pelajaran kita akan beranggapan bahwa Jerami adalah tumbuhan yang kering sedangkan hijauan adalah tumbuhan yang masih hijau dan segar untuk pakan ternsk. Padahal, Jerami juga tidak mesti berasal dari batang tanaman padi yang mengering pula.

Hijauan pakan adalah tanaman yang sengaja ditanam untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Contoh hijauan pakan adalah rumput odot dan rumput gajah. Eksplorasi sumber bahan pakan alternatif yang relatif murah, mudah didapat dan memiliki kandungan nutrisi yang baik seperti rumput odot (Yulianto et al, 2022). Sedangkan jerami adalah limbah produk pertanian yang dihasilkan ketika produk utamanya sudah diambil. Contohnya seperti jerami padi, jerami jagung, jerami sorgum. Agar lebih memahami jerami, contoh tanaman jagung apabila sudah dipanen maka ada batang yang sudah tidak digunakan. Nah, batang jagung tersebutlah yang disebut jerami.

Jerami juga tidak mesti kering. Ketika produk utama pertanian, seperti padi baru saja dipanen maka batang-batang padi tersebutlah yang disebut dengan jerami dalam keadaan basah. Lalu ketika batang-batang padi tersebut sudah dikeringkan namanya menjadi jerami kering.

Jadi, jerami tidak serta merta berbentuk kering. Semoga bermanfaat.

 

Oleh: Muhammad Wildanul Atqiya (Mahasiswa Agribisnis Universitas Diponegoro Semarang)

 

Exit mobile version