Site icon Baladena.ID

Peran Ayah Sangat Besar dalam Mendidik Anak

Terdapat sedikit kekeliruan pada kalangan masyarakat mengenai tugas orang tua dalam mendidik anak. Ada yang beranggapan bahwa mendidik anak adalah tugas dan tanggung jawab seorang ibu. Seorang ayah mungkin sibuk mencari nafkah untuk anak dan istrinya. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk mengesampingkan peran sebagai orang tua, yaitu mendidik anak. Jangan sampai peran seorang ayah ada secara fisik tetapi tidak hadir dalam kehidupan anak. Masalah ini bukan perkara yang bisa dianggap hal sepele karena dampaknya sangat serius untuk masa depan anak-anak.

Mendidik anak adalah salah satu tugas penting bagi ayah. Menurut Islam, Pendidikan pada anak adalah tugas utama seorang ayah. Bukan hanya pada anak tetapi juga pada istrinya. Peran ayah dalam mendidik anak sangat besar hingga ditulis dalam banyak Al-Qur’an dan Hadits. Salah satunya dalam QS. Al-Ahzab:59, sebagai berikut:

Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuan, dan perempuan-perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenal dan mereka tidak akan diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS.Al-Ahzab:59).

Ayat ini mempunyai pesan bahwa seorang ayah mempunyai tugas untuk mendidik anak dan istrinya untuk menutup aurat sesuai syari’at. Tidak hanya untuk anak perempuan banyak hadis Rasulullah memberikan pesan kepada ayah untuk mendidik anak laki-laki berlatih ketahanan fisik. Mengingat peran ayah dalam mendidik anak sangat besar. Saat peran ayah tidak hadir dalam sebuah keluarga akan ada banyak dampak buruk yang akan diterima oleh anak.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of South Florida, bayi yang kurang mendapat perhatian seorang ayah empat kali lebih rentan. Bayi yang kurang mendapat perhatian dari sang ayah selama masa kehamilan mempuanyai resiko meninggal di tahun pertama sebesar empat kali lipat. Menurut Profesor Amina Alio dukungan sang ayah dapat menurunkan stress emosional sang ibu dan meningkatkan kesehatan pada sang bayi. Kurangnya kehadiran ayah memiliki peluang menyebabkan ibu bayi mengalami darah tinggi kronis, anemia, dan eclampsia (kejang sebelum, selama, atau sesudah masa persalinan).

Selain itu juga, kurangnya kehadiran sang ayah pada anak berpeluang memiliki berbagai masalah psikologi. Studi yang dilakukan oleh Rembar dan Kalter dari Children’s Psychiatric Hospital, University of Michigan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepada 114 sampel anak-anak dan remaja dengan kondisi orang tua yang bercerai ditemukan tiga masalah utama. Pertama, masalah psikologi subjektif seperti gelisah, sedih, depresi, fobia dan suasana yang gampang berubah. Hal tersebut terjadi pada 63% responden. Kedua, 56% dari mereka mengalami penurunan prestasi dibandingkan kondisi sebelum orang tua bercerai. Ketiga, melakukan agresi kepada orang tua hal ini dilakukan 43% responden.

Faktor selanjutnya, Anak laki-laki tersesat dalam menemulan figure ayah. Anak-anak yang tidak mengenal ayah akan mendorong mereka untuk mencari sendiri sosok ayah pada diri ibunya atau orang lain. Citra ayah yang tercipta dari cara tersebut dapat berdampak negative karena tidak nyata atau asli dan dapat terbawa sepanjang hidupnya.

Faktor selanjutnya yaitu dapat membentuk karakter anak laki-laki menjadi anak yang kurang mandiri. Ketidak hadiran ayah dalam keluarga membuat anak menerka-nerka apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi. Bisa saja pada sebagian anak berpikir bahwa kepergian sang ayah diakibatkan oleh kesalahan yang dilakukannya. Sehingga menimbulkan perasaan bersalah dalam diri anak tersebut. Kemungkinan yang tak kalah buruknya adalah memunculkan perasaan terabaikan, terisolasi, dan kesepian yang mendalam. Dampak manapun yang terjadi hasilnya sama saja, akan memberikan efek buruk pada kepercayaan diri sang anak di masa depan.

Lalu bagaimana cara menjadi ayah yang baik dan berhasil dalam mendidik anak?

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan, seorang ayah dituntut mendidik anaknya dengan menanamkan nilai-nilai positif serta islami yang seperti Rasulullah contohkan. Hal ini harus dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Mendidik anak sebenarnya bukan hanya tugas ibu saja, justru merupakan tugas pokok seorang ayah. Peran ayah dalam mendidik anak sangatlah besar, karena jika tidak dilakukan dengan tepat akan memberikan dampak buruk yang berkepanjangan pada diri anak.

Exit mobile version