Jetak, 16 Agustus 2025 – Semarak memperingati 17 Agustus mewarnai perayaan kemerdekaan Indonesia di berbagai daerah, termasuk di Dusun Jayan, Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Malam Tirakatan menjadi salah satu perayaan rutinan yang diselenggarakan di Dusun Jayan tiap tanggal 16 Agustus 2025.
Acara yang dihadiri ratusan warga ini menjadi salah satu Malam Tirakatan yang paling meriah. Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan acara ini.
Kelompok KKN Posko 50 turut serta dalam mensukseskan acara tersebut dengan membantu persiapan dan pelaksanaan.
Malam tirakatan tahun ini dimeriahkan dengan berbagai pentas seni, seperti tari, ketoprak, dan musik.
Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan acara ini.
Panitia yang berasal dari Karang Taruna dan Mahasiswa KKN Posko 50 UIN Walisongo sangat antusias dalam mensukseskan acara malam tirakatan ini.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa KKN dapat lebih dekat dengan masyarakat dan berkontribusi atas pelestarian budaya setempat.
Suasana malam tirakatan sangat meriah dan penuh dengan semangat kemerdekaan. Acara malam tirakatan ini juga menjadi ajang bagi masyarakat Dusun Jayan untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Banyak warga yang tampil di atas panggung dengan menampilkan berbagai macam kesenian tradisional. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana 17 Agustus Dusun Jayan, Aqil Indrafata.
“Malam tirakatan itu malam yang sakral kalau menurut saya, karena malam tirakatan itu menyatukan silaturahmi. Semua warga berkumpul di tempat yang sama untuk menyaksikan dan memberikan penampilan pentas seni” Ujar Aqil.
Semangat kemerdekaan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkarya.
Malam tirakatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat dapat lebih dekat dan saling mengenal satu sama lain.
Acara malam tirakatan ini juga menjadi ajang bagi masyarakat Dusun Jayan untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Perwakilan tiga rukun tetangga, mahasiswa KKN, dan karang taruna tampil di atas panggung dengan menampilkan berbagai macam kesenian tradisional.
Suasana malam tirakatan sangat meriah dan penuh dengan semangat kemerdekaan.
Ratusan warga Dusun Jayan dan sekitarnya memadati lokasi acara untuk menyaksikan pentas seni dan mengikuti kegiatan malam tirakatan. Mereka sangat antusias dan menikmati acara tersebut hingga selesai.
Menurut Kepala Dusun Jayan, Sugiyono, kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo disambut baik oleh masyarakat dan menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan acara.
Selain itu, ia juga berharap kesenian dan pelestarian budaya yang telah ada turun menurun ini dapat dilanjutakan oleh generasi muda di masa yang akan datang.
“Yang pasti yang kita harapkan adalah budaya lokal. Jadi sebenarnya kita bisa mengundang kesenian dari luar. Cuma yang kita harapkan adalah (penampilan) kebudayaan lokal. Jadi entah itu reog, ketoprak, atau seni lain, yang penting adalah warga sekitar.” Ujar Sugiyono.
Kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk memperingati hari kemerdekaan dengan cara yang kreatif dan meriah.
Dengan berakhirnya acara malam tirakatan, masyarakat Dusun Jayan dan mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap semangat kemerdekaan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkarya dan menjaga pelestarian budaya.
Penulis: Sirojudin Mutawali

