Site icon Baladena.ID

Penguatan Moderasi Beragama untuk Siswa SDN 1 Sendangdawung melalui Program KKN UIN Walisongo

moderasi beragama SD

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melaksanakan program edukasi moderasi beragama bagi siswa kelas 5 dan 6 di SDN 1 Sendangdawung pada Jum’at, 25 Juli 2025.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan saling menghargai perbedaan sejak usia sekolah dasar, sesuai dengan tema besar KKN tahun ini “Penguatan Moderasi Beragama dan Gizi Seimbang dalam Masyarakat Sekolah”.

Bertempat di ruang kelas SDN 1 Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas 5 dan 6.

Materi disampaikan oleh mahasiswa KKN melalui metode interaktif, seperti diskusi ringan dan tanya jawab mengenai pentingnya sikap toleransi, menghargai perbedaan, serta menghindari sikap ekstrem dalam kehidupan beragama.

Dengan pendekatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa perbedaan agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama.

“Pemaparan materi moderasi beragama ini kami tujukan kepada para adik-adik kelas 5 dan 6 karena di usia ini mereka sudah bisa memahami konsep-konsep seperti toleransi dan saling menghargai. Mereka juga sedang berada di tahap pembentukan karakter yang kuat menjelang masa remaja, jadi penanaman nilai moderasi beragama diharapkan bisa menjadi bekal mereka di masa depan,” jelas Erliyana Handayanisa selaku koordinator divisi Pendidikan KKN.

Beliau juga menambahkan, “Metode yang kami gunakan pun dibuat interaktif, ada diskusi ringan, tanya jawab, dan permainan edukatif supaya anak-anak tidak hanya mendengar, tapi juga ikut berpikir dan berpendapat. Harapannya, nilai-nilai yang kami sampaikan bisa tertanam dan dipraktikkan di kehidupan sehari-hari mereka.”

“Nilai-nilai toleransi perlu ditanamkan sejak dini, dan pendekatan kreatif seperti ini sangat membantu kami para pendidik. Adanya penyampaian materi tentang moderasi beragama membantu dalam membentuk karakter siswa yang lebih menghargai perbedaan, bersikap terbuka, dan mampu menjaga kerukunan dalam lingkungan sekolah,” ungkap Bapak Aziz, S. Pd., selaku guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 01 Sendangdawung.

Suasana pembelajaran terlihat hangat dan penuh interaksi. Siswa aktif memberikan pendapat dan bertanya. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep moderasi beragama secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Exit mobile version