Site icon Baladena.ID

Tempe Naik Kelas! KKN UIN WALISONGO Posko 50 Lakukan Pendampingan UMKM

Pendampingan UMKM Tempe

Jetak, Minggu 17 Agustus 2025 – Tempe, makanan tradisionalyang sudah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, kini punya peluang makin eksis di Tengah persaingan pasar modern.

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengrajin tempe mendapat pendampingan khusus untukmeningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan menambah pendapatan.

Program ini dirancang oleh tim KKN UIN WALISONGO posko50 dengan tujuan supaya para pelaku UMKM melihat peluangbesar di dunia teknologi digital dan mengalami peningkatanpenjualan.

Pendampingan ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitupada tanggal 7 Agustus dan 15 Agustus 2025.

Pendampingan dimulai dengan membantu membuat produk, pengemasan, pembuatan konten video promosi, hinggapembuatan titik lokasi di google maps.

Tidak hanya itu, para pelaku UMKM juga diberikan pengetahuan tentang pemasaranke media sosial seperti whatsapp, Instagram dan tiktok.

Supriyati, 55 tahun pemilik usaha tempe godong andongmenceritakan masalah yang dialami “Aku tidak punya Hp mas dan tidak bisa maen Hp, jadinya ya tidak bisa memasarkansecara luas dan tidak bisa menerima secara online, hanya cumayang udah kenal-kenal aja biasanya ya setor ke langganandipasar Salatiga dan kalau minggu itu dijual di Kopeng,” ujarnya.

Mendengar keluhan tersebut, tim KKN UIN Walisongo posko50 kemudian memberikan pendampingan langsung denganpendekatan sederhana.

Para mahasiswa juga menyarankan agar Ibu Supriyati menggunakan Hp sebagai media pemasaran.

Dengan begitu, produk yang sebelumnya hanya dikenal oleh orang-orang yang tau aja dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Penanggung jawab program kerja ini, Rani, menjelaskan bahwapendampingan merupakan upaya nyata mahasiswa untukmenghubungkan para pelaku UMKM di desa dengan dunia digital

“Kami ingin UMKM tempe ini lebih dikenal luas diluarsana, tidak hanya disetorkan ke langganan aja. Semoga aja dengan adanya program kerja pendampingan ini semakin larismanis penjualannya,” ujarnya.

Pendampingan ini tidak hanya menyasar Supriyati, tetapi juga beberapa pelaku UMKM lainnya yaitu gemblong cotot dan kopi.

Meraka diajak memahami pentingnya logo branding hingga titiklokasi di google maps agar lokasi usaha mudah ditemukan.

Nantinya tim KKN UIN Walisongo juga akan memberikanbanner penjualan kepada para pelaku UMKM sebagai media promosi dan juga untuk mengenalkan produknya ke masyarakatluas.

“Saya sangat berterimakasih banyak kepada tim KKN UIN Walisongo yang sudah mengadakan program kerjapendampingan ini. Program ini sangat cocok sekali untuk para pelaku UMKM di Desa Jetak termasuk saya sendiri,” ujar Supriyati.

Dengan adanya pendampingan ini, UMKM tempe Ibu Supriyatidi Jetak diharapkan mampu naik kelas.

Dari yang awalnya hanyamengandalkan pasar tradisional, kini memiliki kesempatanmemperluas jangkauan pemasaran, memanfaatkan teknologi digital, serta membawa produk tempe godong andong menjadisalah satu ciri khas tempe dari Desa Jetak.

 

Penulis : Muhammad Faaiz Zamzami

Exit mobile version