Site icon Baladena.ID

Pendampingan KKN UIN Walisongo 2025 untuk Pengembangan UMKM Krupuk Bawang Desa Pamriyan

UMKM Krupuk Bawang Desa Pamriyan

Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo tahun 2025, Posko 5 melaksanakan kegiatan pendampingan dan pengembangan UMKM Krupuk Bawang yang berlokasi di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan produktivitas UMKM sekaligus memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat desa setempat.

UMKM Krupuk Bawang yang menjadi fokus kegiatan ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dan saat ini dijalankan oleh generasi pertama pengelolanya.

Usaha ini telah menjadi sumber penghasilan utama bagi pengelola serta mampu membuka lapangan pekerjaan bagi beberapa warga Desa Pamriyan.

Hal ini menunjukkan peran strategis UMKM dalam pemberdayaan ekonomi lokal di tengah masyarakat. Produk utama UMKM ini adalah jerupuk yaitu kerupuk bawang yang dikemas dalam bungkus berisi 25 pcs.

Produk tersebut dipasarkan dengan harga standar Rp10.000,- per bungkus. Selain produk standar tersebut, UMKM juga menyediakan berbagai varian kemasan dan harga yang menyesuaikan kebutuhan dan daya beli masyarakat di berbagai lapisan, sehingga meningkatkan daya jangkau dan memperluas pasar.

Dalam kegiatan pendampingan, mahasiswa KKN Posko 5 mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung proses produksi mulai dari pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga proses penjualan.

Mahasiswa juga memberikan pelatihan terkait pengemasan produk agar terlihat lebih menarik dan higienis, sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk.

Selain itu, mahasiswa membantu dalam pengembangan strategi pemasaran, termasuk optimalisasi penjualan melalui media sosial dan jejaring komunitas lokal yang sudah ada.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga mencakup diskusi bersama pelaku UMKM tentang potensi pengembangan produk jerupuk bawang menjadi berbagai varian rasa dan kemasan yang lebih inovatif untuk memenuhi selera pasar yang semakin variatif.

Mahasiswa KKN turut memberikan masukan terkait manajemen usaha, pencatatan keuangan sederhana, dan strategi pemasaran yang efektif untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi dan produktivitas usahanya.

UMKM Krupuk Bawang Desa Pamriyan juga telah menunjukkan kontribusi sosial yang positif dengan menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.

Tenaga kerja yang dipakai berasal dari masyarakat sekitar sehingga membantu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja.

Keberlanjutan usaha ini sangat penting bagi desa sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi rakyat yang berbasis potensi lokal. Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN mendapatkan pengalaman berharga dalam praktik pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha mikro.

Mahasiswa belajar secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku UMKM seperti keterbatasan modal, pengelolaan produksi, serta persaingan pasar.

Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi mahasiswa dalam pengembangan kapasitas diri dan kreativitas kewirausahaan di masa depan.

Harapannya, hasil dari kegiatan KKN ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM Krupuk Bawang di Desa Pamriyan serta bermanfaat memperkuat perekonomian lokal.

Keberlanjutan dan inovasi dalam pengelolaan UMKM menjadi kunci agar usaha bisa terus bertahan dan berkembang menghadapi dinamika pasar di masa yang akan datang.

Demikianlah materi kegiatan KKN Posko 5 UIN Walisongo tahun 2025 yang dilaksanakan di UMKM Krupuk Bawang Desa Pamriyan sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Exit mobile version