Site icon Baladena.ID

Pemilihan Diksi dari Ranah Perenungan Sanja Planet Nufo

Setiap membaca tulisan-tulisan Santri Remaja (Sanja) Pesantren dan Sekolah Alam Nurul Furqon Rembang (yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan Planet Nufo) di Baladena.id, baik yang berupa sajak, puisi, cerpen, maupun opini, membangkitkan minat saya untuk menelisik karya tulis mereka.

Di usianya yang masih sangat remaja, mereka bisa menulis dengan pemilihan diksi yang sangat menyentuh nurani kita sebagai orang tua, -saya tidak menyebut orang dewasa, karena masih saya temukan orang tua yang belum dewasa.

Dugaan saya, Sanja Planet Nufo yang aktif menulis dengan pemilihan diksi yang sangat bagus, tidak bisa lepas dari paradigma yang dibangun oleh pembina, ustadz, dan ustadzah mereka selama ini.

Dari strata pendidikan, kita bisa bangga, ustadz dan ustadzah di Planet Nufo mayoritas adalah S2 dan S3. Ini artinya, bahwa Sanja Planet Nufo mendapatkan imunitas ilmu pengetahuan dengan kualitas yang sangat tinggi.

Dari sini sangat jelas, betapa Sanja Planet Nufo akan selalu diajak berpikir yang terstruktur dan sistematis, melakukan banyak penelitian dan perenungan, mengeksplorasi sumberdaya di Planet Nufo, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya, menjadi sebuah penemuan.

Selain strata pendidikan, pengalaman organisasi pembina, ustadz, dan ustadzah di Planet Nufo juga menjadi sumber referensi untuk membangun kerangka berpikir mereka lebih kritis dan konstruktif.

Kita tahu, pembina, ustadz, dan ustadzah mereka adalah aktivis organisasi kemahasiswaan yang kaya dengan ide dan gagasan serta pergerakan.

Satu lagi, budaya baca dan tulis yang ada pada diri pembina, ustadz, dan ustadzah menginspirasi dan memotivasi mereka untuk giat membaca dan menulis.

Sudah banyak buku-buku yang ditulis dan diterbitkan oleh pembina, ustadz, dan ustadzah mereka. Bahkan, sudah ada Sanja Planet Nufo yang menulis dan menerbitkan bukunya.

Jadi, ketiga varian yang saya sebutkan di atas (strata pendidikan, pengalaman organisasi, dan budaya baca-tulis) semakin memperkuat dugaan saya, bahwa paradigma yang terbangun menjadikan penulis Sanja Planet Nufo pandai dalam pemilihan diksinya.

Seperti kemarin saya mendapatkan kiriman tulisan Ananda Putri Aisyah Nurul Iman (PAN-I) yang dipublikasikan di Baladena.id sempat terharu.

Mendapatkan kiriman tulisan dari Putri Aisyah bukanlah suatu kejutan. Tapi, ini berbeda dari sebelumnya. Tulisan terbarunya sangat luar biasa, kaya pengambilan diksi cintanya.

Tulisan yang diambil dari ranah perenungan dijadikan narasi yang mencerahkan adalah pola pikir berkemajuan.

Dan pendeskripsian diri apa adanya, wujud kemerdekaan jiwanya, bahwa hidup bukanlah sandiwara.

Ini membuktikan bahwa, bukan hanya Putri Aisyah, seluruh penulis Sanja Planet Nufo semakin memiliki kemampuan berpikir reflektif dan inspiratif untuk tulisan-tulisan mereka.

Diksi yang dipilih dari ranah perenungan sangat dominan pada tulisan-tulisan Sanja Planet Nufo.

Inilah yang menjadi keunggulan penulis Sanja Planet Nufo. Menulis dengan pemilihan diksi dari ranah perenungan menjadikan tulisan itu hidup dan nyata untuk bisa dinikmati oleh pembacanya.

 

Oleh: Gunawan Trihantoro, Wali Sanja PAN-I Planet Nufo, Penulis dan Anggota Satupena Jawa Tengah.

Exit mobile version